Apalah judulnya!

11 September 2010

Sehari setelah lebaran..
Bangun tidur buka HP..
Banyak sms yang masuk..
Sms lebaran berhamburan di HP..
Dari 681 kontak yang ada di phonebook sekitar 600 kontak sms lebaran..
Ups saya bohong..
Mumpung masih suasana lebaran maapkan lah atas kebohongan saya yang pertama.

Diluar hujan padahal hari ini ada agenda ke bengkel untuk betulin lampu mobil bagian depan, ituloh yang paling depan, kalian tau kan.
Karena hujan jadi malas keluar dan sekali lagi saya minta maap karena telah membatalkan agenda saya ini.

Anak2 lagi tidur. Mungkin karena cuaca yang mendukung jadi bawaannya ngantuk semua. Saya tidak tidur. Karena kalo saya tidur tidak mungkin saya menulis tulisan ini.

Lama tidak menulis pikiran jadi acak atau bahasa jepangnya campur aduk.
Kalo bahasa inggrisnya apa ya? Maklum saya anak indonesia asli dan sedikitpun tidak ada keturunan bule.

Tunggu sebentar.. Saya mau menyalakan rokok.

Sampe dimana tadi?

Oya tadi saya membahas anak2. Iya itu anak saya, kedua putra saya yang cakep seperti bapaknya. Siapa bapaknya? Yang sedang menulis.
Sekarang saya sudah menikah dan mempunyai dua orang putra yang lucu2 dan seorang istri yang luar biasa baiknya.
Hidup saya sekarang bahagia, kenapa bisa? Pikirkan sendiri!

Tulisan ini hanya awal untuk mengaktifkan kegilaan saya untuk menulis kembali. Kedepan atau bahasa jepangnya besok2 saya kembali menulis keseharian saya bersama keluarga dan teman2 yang merasa dekat dengan saya.

Siapa teman2 saya yang akan tampil diblog ini kita nantikan saja dan maaf saja apabila foto kalian ada di blog ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Diluar masih hujan. Apakah saya tetap pergi sesuai agenda diatas. Tentu saja tidak karena saya sudah minta maaf tidak akan datang.

Oke sekian untuk menit ini!

Maap

9 September 2010

Lama2 makin malas namun lama2 kangen juga.
Pembuka kata yang aneh tapi saya akui lama tidak update diblog ini. Maapkan saya om wordpress.

Hari ini lebaran saya cuma ingin…………….

Ijinkan saya merangkai kata untuk mengucapkan Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1431 H, MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.
Muhammad Khadafid Tamajaya S. / Kade BLasting Sekeluarga.

Setuju kah kalian jika..

16 November 2008

Awal yang indah bila di indahkan tentu saja indah. Namanya adalah Indah, lahir di Parepare, sulawesi Selatan, 22 tahun yang lalu. Terakhir ketemu denganya adalah pada waktu kenaikan kelas 2 SMA soalnya orang tuanya pindah ke Makassar dan dia juga ikut pindah. Segitu pentingnya kah Indah bagi aku sehingga secara detail aku menjelaskan tentang Indah. Jawabannya adalah tidak, karena bukan Indah yang mau aku bahas dalam tulisan ini.

Siang ini aku ke THM, bukan untuk mencari sesuatu tapi emang mencari sesuatu yang berguna bagi aku, tentu saja. Setelah capek keliling akhirnya aku berhenti disebuah toko. Toko yang menjual berbagai kebutuhan manusia mulai dari kepala sampe mata kaki, bahkan toko ini menjual sesuatu yang berharga yang jika tidak ada isinya tidak bisa dipakai transaksi, itu adalah dompet dan itu juga tujuan aku ke THM, mau beli dompet. Secara otomatis, dompet yang aku pakai sekarang tidak lama lagi pensiun. Karena umurnya yang sudah tua dan kusam, aku putuskan untuk menggantinya dengan yang baru dan tentunya lebih fresh dan berharap dengan adanya dompet baru ini bisa mendatangkan rejeki lebih banyak lagi, tentu saja dengan niat dan usaha yang aku lakukan, yaitu adalah kerja dengan sebaik-baiknya dan tidak merugikan orang lain, setuju!
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)

Aku parkir motor tepat didepan toko, helm aku simpan diatas jok motor. Sebelum masuk toko kembali aku melirik motor yang membawa aku ketoko ini, waduh gak penting de kayaknya bahas masalah motor, setuju!
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)

Masuk ke toko, pegawai itu, tidak pake kacamata, seorang cewek, menyapa aku. “siang mas, nyari apa?”, “siang juga mba.. lagi nyari something ne, liat2 dulu ya..”, silahkan katanya.

Setelah puas mengelilingi isi toko, dari sana dan kesini, kembali lagi dan kesana pas ditengah toko itu ada sebuah rak kaca yang bisa diputar, entah apa namanya. Rak itu tersusun dengan empat bagian. Paling atas ada tas laptop, ketiga ada dompet, kedua ada dompet, dan rak yang paling bawah ada dompet juga. Mata aku langsung berbinar dan bercahaya, tangan aku gatal, tangan kiri mengambil dompet dan melihat isinya, sedangka tangan yang satu garuk-garuk kepala yang artinya mengekspresikan kegelisahan milih dompet yang sesuai dengan kebutuhan aku.

Setelah melihat dompet itu, lalu lihat dompet lain lagi. Begitu seterusnya sampe-sampe pegawai yang tidak pake kaca mata itu geleng2 kepala lihat tingkah aku.

Beberapa menit kemudian..
“mba.. dompet ini harganya berapa?” itu aku bertanya ma pegawai yang tidak pake kaca mata yang secara jelas harganya sudah ada tertempel dibagian dalam dompet.
“yang ini ya mas..?”
“Ya iyalah mba, masa nanya harga sayur (sambil ketawa)”
“(dia juga ketawa) harganya yang itu mas..”
“mana..?”
“itu mas yang tertempel”
“mana se mba?”
dia mulai kesal.
“aduh mas, itu.. (sambil nunjuk harganya)”
“Ohh.. bilang dunk mba dari tadi”
“aku kan uda bilang dari tadi mas..”
“hehehe iya mba, coly..”
Dia nunjukin muka memelas, mungkin dia mau bilang “capek deh (sambil tangan diangkat ke dahi)” tapi entah kenapa dia gak lakukan? Huamm aku malas mikirin!
“mba..”
“iya mas..?”
“boleh..”
“apa mas..?”
“hmm.. boleh gak mba?”
“boleh apa mas?”
“boleh.. aku milih dompet yang aku pegang?”
“aduh mas ini ada-ada aja, ngomong itu aja susah banget”
Kali ini dengan jelas dia ngomong “capek deh (sambil tangan diangkat ke dahi)”. Padahal aku gak pernah nyuruh mba itu bilang “capek deh”, sumpah sodara-sodara!

Setelah itu.. setelah itu apa? Hmm.. setelah itu dengan langkah tegap dan gagah berani aku berjalan menuju kasir. Kali ini, pegawai yang aku hadapi beda. Perlu strategi dan langkah baru untuk menghadapinya. Selain beda karena pagawai yang satu ini emang beda, tapi dipikiran aku dia bukan pegawai yang kerja ditoko ini, melainkan pemilik toko segaligus pemegang saham beserta seluruh isi dagang yang ada di toko ini. Dia pake kacamata, kulitnya putih bersih, badannya tegap gempita, agak berumur tapi tetap kelihatan asri. Meskipun dia memiliki kelebihan dibanding dengan kulit aku yang sawomatang tapi aku gak bakalan tertarik, soalnya dia adalah cowok. Aku perhatikan sekali lagi, sepertinya dia keturunan cina. Pantas aja kulitnya putih, mana ada cina kulitnya hitam, kecuali cina keturunan afrika, setuju!
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)

Karena dia adalah keturunan cina dan meskipun aku gak tahu namanya tapi akal sehat aku gak bakalan kehabisan ide. Aku putuskan untuk memanggilnya koko.

“ko..” aku buka celana, eh maksudnya buka pembicaraan.
“ya mas..”
Dia mau aja dipanggil ko, kurang ko. Seharusnya aku manggil dia koko. Waduh mala bahas nama!
“dompet ini harganya berapa ya..?” kembali aku tanya harga dompet ini.
“uek.. halganya sekian lupiah mas..”
“mahal banget ko, turunin lagi dunk”
“oke, uek tulunin jadi sekian lupiah”
“turunnya kok sepuluh ribu aja ko, lagi dunk..”
“gak bisa uek, halganya emang segitu”
“okelah kalo gitu uek, aku bayar sekarang ato nanti uek?”
Dia ketawa, padahal gak ada yang lucu dalam transaksi ini.
“ya bayal sekalang lah uek”
Akhirnya aku juga ikut ketawa, entah kenapa?!

Transaksi telah selesai, kembalian atas kelebihan pembayaran-pun telah aku terima yaitu sekecil dua ratus empat puluh ribu rupiah. Tadi aku bayar sebesar lima ratus ribu rupiah, koko nya sempat bilang bayarnya kegedean tapi aku juga bilang kalo lebih kembalikan dunk ko! Itu, aku emang sengaja bayar lebih. Selama berada ditoko ini, hal yang gak sengaja aku lakukan adalah ketika aku bayar ke koko dengan uang lebih, loh bingung aku? Sama.. aku juga bingung! Hehe..

Senang.. puas.. puas.. tak sobhek-sobhek! Lho kok malah niru gaya bicara Tukul? Hari ini aku senang banget karena telah memiliki dompet baru, yailah kayak anak gadis aja. Tapi beneran seneng, seneng karena ada dompet baru. Kali ini aku yang bilang “capek deh”.

Sekarang aku mau bilang, indahnya dunia bila diisi oleh hal-hal konyol yag tidak pernah diduga. Tapi harus diketahui,hal konyol ini tidak terlepas dari kebiasaan orang tersebut, bikin kesel namun tidak menyakitkan. Mala membuat orang senang dan ketawa. Aku sendiri kadang mikir, begitu banyak hal konyol yang aku lakukan selama ini, namun semua itu.. sumpah dia datang tanpa diundang. Dia hadir dengan sekejab mata dengan pikiran dan logika yang kencang. Ini kembali dari watak dan kebiasaan orang tersebut. Hiduplah dengan senang dan tenang dan jangan dibuat pusing, setuju!
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)

Tugas apa yang sering anda kerjakan?

11 November 2008

Kerja sampe malam adalah dikerjain. Kerja mengerjai dan mengejar aku. Bukan senin-jumat, tapi ini adalah malam senin. Seperti malam lain yang telah melintas, malam ini juga sama dengan minggu kemarin, malam senin juga, itu artinya minggu malam. Kenapa begitu? Karena adalah karena kerja mengerjai aku.

Seharusnya sekarang aku dirumah lagi duduk, ngobrol ma Tri ato Akbar, dengerin musik, tapi apalah dikata, kalian pasti uda tau sekarang aku dimana. yup, sekarang aku dikantor lagi lembur. Mengerjakan tugas rutin yang harus selesai malam ini dan besok tugas rutin ini harus dikirim. Apakah tugas rutin yang harus aku selesaikan sehingga membuat aku dikantor, malam ini sendirian dengan ditemani cahaya lampu redup ditambah sebotol aqua yang bila aku haus tinggal diminum? Gak usah sungkam atau malu untuk menanyakan tugas rutin apa yang aku kerjakan sekarang, karena ini bersifat gratis dan aku gak bakalan mungut biaya untuk bilang.

Sebenarnya tugas rutin ini aku kerjakan dengan penuh semangat, dengan antusias dan sedikit konsentrasi. Tugas rutin ini sama sekali tidak membebani aku karena tugas ini mencerminkan kepribadian aku. Seharusnya bila memang harus, tugas ini aku kerjakan setiap hari, minimal setengah jam tiap hari biar cepat selesai. Namun, kerjaan tetap yang membuat aku tidak cukup waktu untuk membuat rugas rutin ini. Ini bisa aku jadikan alasan karena Cuma itu alasan yang ada dikepala aku sekarang.

Oke dari pada panjang lebar, aku langsung saja. Berhubung aku juga takut sendirian dikantor ya langsung saja. Aku tahu, tulisan ini bolak-balik, tapi aku mau kalian tahu ini adalah bagian pembelajaran yang aku tekuni. Bukan bermaksud untuk menjadi tenar, tapi ini aku jadikan rutinitas untuk bisa seperti penulis pada umumnya. Ups..! aku kecoplosan sodara2.. iya, aku pengen jadi penulis. Walaupun gaya penulisan aku masih kocak dan susah untuk diartikan, tapi kalian harus tahu, inilah gaya penulisan aku. Tidak pernah terlintas dipikiran aku untuk mengikuti cara, gaya penulisan, atau karakter penulis itu. Siapa dia? Dia adalah penulis yang sekarang bukunya tersebar di toko-toko gramedia yang ada di Indonesia. Aku gak mau nyebutin namanya karena belum minta ijin, seperti hidup harus didasari dengan sifat dan etika, dan menulis bagi aku juga sama. Terlebih dulu harus minta ijin dengan penulis tersebut, setuju!

Secara gak langsung kalian sudah tahu tugas rutin yang aku kerjakan sekarang. Sengaja aku tulis karena tulisan ini aku mau publikasikan. Kenapa? Apa keuntungan yang bisa aku peroleh dengan adanya tulisan ini? Jawabannya bervariasi. Salah satu jawaban yang aku suka yaitu, tulisan ini aku jadikan motivasi. Tanpa motivasi aku gak bakalan bisa jadi penulis, setuju!

Jadi penulis bukan impian aku, tapi tujuan aku. Impian aku adalah jadi orang yang berguna bagi sesama, tentunya sesama manusia. Adapun tujuan aku menulis karena aku suka menulis. Sekali lagi aku bilang, gak ada maksud untuk menjadi tenar tapi aku pengen mengembangkan diri sendiri apakah aku bisa jadi penulis atau tidak yang sedarinya aku memang suka menulis.

Banyak cerita dari aku yang terbuang begitu saja, begitu banyak hal yang aku lewatin namun detilnya secara pasti aku lupa. Dengan menulis cerita-cerita unik aku bisa menggambarkan cerita-cerita itu, tentunya cerita-cerita yang banyak orang cerita.

Oke, mungkin ini dulu pelajaran yang bisa aku tangkap, dilain waktu dan berdoa ada kesempatan aku belajar nulis lagi. Mohon dukungannya yah..

Apa ini

17 Oktober 2008

Hal yang seharusnya terjadi terjadilah, dan itulah adanya. Dan hal yang seharusnya tidak terjadi janganlah terjadi, itupun adanya. Apa yang aku lakukan sekarang kamu tidak tahu, apa yang kamu lakukan sekarang akupun tidak tahu. Siapa yang tahu, Presiden aja nggak bakalan tahu. Itu adalah bagian dari hidup yang penuh belok2, liku2, dan tikungan. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.

Dua hari ini terjadi dan nggak terjadi, apa itu? Kamu tidak tahu karena aku tahu. Walaupun kamu tahu tapi itu kamu tahu bila aku bilang. Apakah aku harus bilang? Terang2an kamu tidak tahu, gelap2an kamu juga tidak tahu. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.

Sekarang kamu tahu maksudnya apa? Inti dari kehidupan adalah mencari dan terus mencari sesuatu. Sesuatu itu ada dimana dan berapa nilai uang yang harus dibayar, aku tidak tahu dan kamu pun tidak tahu bahkan Presiden pun tidak tahu. Apa yang sebenarnya terjadi, kamu bakalan tidak tahu. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.

Kata demi kata aku rangkai, paragraph demi paragraph aku susun, tulisan demi tulisan aku apain? Terget demi target aku usahakan, habis itu aku apain? Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.

Satu hal yang perlu kamu tahu, Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.