Kerja sampe malam adalah dikerjain. Kerja mengerjai dan mengejar aku. Bukan senin-jumat, tapi ini adalah malam senin. Seperti malam lain yang telah melintas, malam ini juga sama dengan minggu kemarin, malam senin juga, itu artinya minggu malam. Kenapa begitu? Karena adalah karena kerja mengerjai aku.
Seharusnya sekarang aku dirumah lagi duduk, ngobrol ma Tri ato Akbar, dengerin musik, tapi apalah dikata, kalian pasti uda tau sekarang aku dimana. yup, sekarang aku dikantor lagi lembur. Mengerjakan tugas rutin yang harus selesai malam ini dan besok tugas rutin ini harus dikirim. Apakah tugas rutin yang harus aku selesaikan sehingga membuat aku dikantor, malam ini sendirian dengan ditemani cahaya lampu redup ditambah sebotol aqua yang bila aku haus tinggal diminum? Gak usah sungkam atau malu untuk menanyakan tugas rutin apa yang aku kerjakan sekarang, karena ini bersifat gratis dan aku gak bakalan mungut biaya untuk bilang.
Sebenarnya tugas rutin ini aku kerjakan dengan penuh semangat, dengan antusias dan sedikit konsentrasi. Tugas rutin ini sama sekali tidak membebani aku karena tugas ini mencerminkan kepribadian aku. Seharusnya bila memang harus, tugas ini aku kerjakan setiap hari, minimal setengah jam tiap hari biar cepat selesai. Namun, kerjaan tetap yang membuat aku tidak cukup waktu untuk membuat rugas rutin ini. Ini bisa aku jadikan alasan karena Cuma itu alasan yang ada dikepala aku sekarang.
Oke dari pada panjang lebar, aku langsung saja. Berhubung aku juga takut sendirian dikantor ya langsung saja. Aku tahu, tulisan ini bolak-balik, tapi aku mau kalian tahu ini adalah bagian pembelajaran yang aku tekuni. Bukan bermaksud untuk menjadi tenar, tapi ini aku jadikan rutinitas untuk bisa seperti penulis pada umumnya. Ups..! aku kecoplosan sodara2.. iya, aku pengen jadi penulis. Walaupun gaya penulisan aku masih kocak dan susah untuk diartikan, tapi kalian harus tahu, inilah gaya penulisan aku. Tidak pernah terlintas dipikiran aku untuk mengikuti cara, gaya penulisan, atau karakter penulis itu. Siapa dia? Dia adalah penulis yang sekarang bukunya tersebar di toko-toko gramedia yang ada di Indonesia. Aku gak mau nyebutin namanya karena belum minta ijin, seperti hidup harus didasari dengan sifat dan etika, dan menulis bagi aku juga sama. Terlebih dulu harus minta ijin dengan penulis tersebut, setuju!
Secara gak langsung kalian sudah tahu tugas rutin yang aku kerjakan sekarang. Sengaja aku tulis karena tulisan ini aku mau publikasikan. Kenapa? Apa keuntungan yang bisa aku peroleh dengan adanya tulisan ini? Jawabannya bervariasi. Salah satu jawaban yang aku suka yaitu, tulisan ini aku jadikan motivasi. Tanpa motivasi aku gak bakalan bisa jadi penulis, setuju!
Jadi penulis bukan impian aku, tapi tujuan aku. Impian aku adalah jadi orang yang berguna bagi sesama, tentunya sesama manusia. Adapun tujuan aku menulis karena aku suka menulis. Sekali lagi aku bilang, gak ada maksud untuk menjadi tenar tapi aku pengen mengembangkan diri sendiri apakah aku bisa jadi penulis atau tidak yang sedarinya aku memang suka menulis.
Banyak cerita dari aku yang terbuang begitu saja, begitu banyak hal yang aku lewatin namun detilnya secara pasti aku lupa. Dengan menulis cerita-cerita unik aku bisa menggambarkan cerita-cerita itu, tentunya cerita-cerita yang banyak orang cerita.
Oke, mungkin ini dulu pelajaran yang bisa aku tangkap, dilain waktu dan berdoa ada kesempatan aku belajar nulis lagi. Mohon dukungannya yah..


mas aku juga punya kerjaan rutin… Ronda
) cuman aku masih pingin punya kerjaan rutin lainnya (kerjaan malam) cuman belum dapet… apakah itu… Ngrondain istri
aku, kalo malam ya tugas malam mas..
tugas apa nih malam malam?
Waduh ne malam gak ada tugas
tapi nanti malam mau menyibukkan diri tuk nulis apa aja yang ada diisi otak (isi otak?)
wkwkwkwkw… lembur apa? Ngerjain anak siapa?
emang kerja kamu apa?jadi tukang jaga ronda?he..he..
kalo aku pasti lembur wat ngerjain laporan, tapi tetep smangat ya…
haluuu kak =)
masih inget sama pelangi ???
kog ada postingan baru nggak..pengin baca tulisan kk lagi..hehehe..
mampir iah kak ke blog saiia…
http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/08/17/ibu-pertiwi-janganlah-kau-menangis-kembali/
makasiihh =)