<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KaDe's bLasTinG</title>
	<atom:link href="http://kade87.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kade87.wordpress.com</link>
	<description>"`SeDerHanA -n- mEnarIk`"</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Nov 2008 23:35:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kade87.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a689fedb36ee976894fb62074373d432?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KaDe's bLasTinG</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Setuju kah kalian jika..</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/11/16/setuju-kah-kalian-jika/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/11/16/setuju-kah-kalian-jika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 23:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Awal yang indah bila di indahkan tentu saja indah. Namanya adalah Indah, lahir di Parepare, sulawesi Selatan, 22 tahun yang lalu. Terakhir ketemu denganya adalah pada waktu kenaikan kelas 2 SMA soalnya orang tuanya pindah ke Makassar dan dia juga ikut pindah. Segitu pentingnya kah Indah bagi aku sehingga secara detail aku menjelaskan tentang Indah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=106&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awal yang indah bila di indahkan tentu saja indah. Namanya adalah Indah, lahir di Parepare, sulawesi Selatan, 22 tahun yang lalu. Terakhir ketemu denganya adalah pada waktu kenaikan kelas 2 SMA soalnya orang tuanya pindah ke Makassar dan dia juga ikut pindah. Segitu pentingnya kah Indah bagi aku sehingga secara detail aku menjelaskan tentang Indah. Jawabannya adalah tidak, karena bukan Indah yang mau aku bahas dalam tulisan ini.</p>
<p>Siang ini aku ke THM, bukan untuk mencari sesuatu tapi emang mencari sesuatu yang berguna bagi aku, tentu saja. Setelah capek keliling akhirnya aku berhenti disebuah toko. Toko yang menjual berbagai kebutuhan manusia mulai dari kepala sampe mata kaki, bahkan toko ini menjual sesuatu yang berharga yang jika tidak ada isinya tidak bisa dipakai transaksi, itu adalah dompet dan itu juga tujuan aku ke THM, mau beli dompet. Secara otomatis, dompet yang aku pakai sekarang tidak lama lagi pensiun. Karena umurnya yang sudah tua dan kusam, aku putuskan untuk menggantinya dengan yang baru dan tentunya lebih fresh dan berharap dengan adanya dompet baru ini bisa mendatangkan rejeki lebih banyak lagi, tentu saja dengan niat dan usaha yang aku lakukan, yaitu adalah kerja dengan sebaik-baiknya dan tidak merugikan orang lain, setuju!<br />
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)</p>
<p>Aku parkir motor tepat didepan toko, helm aku simpan diatas jok motor. Sebelum masuk toko kembali aku melirik motor yang membawa aku ketoko ini, waduh gak penting de kayaknya bahas masalah motor, setuju!<br />
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)</p>
<p>Masuk ke toko, pegawai itu, tidak pake kacamata, seorang cewek, menyapa aku. “siang mas, nyari apa?”, “siang juga mba.. lagi nyari something ne, liat2 dulu ya..”, silahkan katanya.</p>
<p>Setelah puas mengelilingi isi toko, dari sana dan kesini, kembali lagi dan kesana pas ditengah toko itu ada sebuah rak kaca yang bisa diputar, entah apa namanya. Rak itu tersusun dengan empat bagian. Paling atas ada tas laptop, ketiga ada dompet, kedua ada dompet, dan rak yang paling bawah ada dompet juga. Mata aku langsung berbinar dan bercahaya, tangan aku gatal, tangan kiri mengambil dompet dan melihat isinya, sedangka tangan yang satu garuk-garuk kepala yang artinya mengekspresikan kegelisahan milih dompet yang sesuai dengan kebutuhan aku.</p>
<p>Setelah melihat dompet itu, lalu lihat dompet lain lagi. Begitu seterusnya sampe-sampe pegawai yang tidak pake kaca mata itu geleng2 kepala lihat tingkah aku.</p>
<p>Beberapa menit kemudian..<br />
“mba.. dompet ini harganya berapa?” itu aku bertanya ma pegawai yang tidak pake kaca mata yang secara jelas harganya sudah ada tertempel dibagian dalam dompet.<br />
“yang ini ya mas..?”<br />
“Ya iyalah mba, masa nanya harga  sayur (sambil ketawa)”<br />
“(dia juga ketawa) harganya yang itu mas..”<br />
“mana..?”<br />
“itu mas yang tertempel”<br />
“mana se mba?”<br />
dia mulai kesal.<br />
“aduh mas, itu.. (sambil nunjuk harganya)”<br />
“Ohh.. bilang dunk mba dari tadi”<br />
“aku kan uda bilang dari tadi mas..”<br />
“hehehe iya mba, coly..”<br />
Dia nunjukin muka memelas, mungkin dia mau bilang “capek deh (sambil tangan diangkat  ke dahi)” tapi entah kenapa dia gak lakukan? Huamm aku malas mikirin!<br />
“mba..”<br />
“iya mas..?”<br />
“boleh..”<br />
“apa mas..?”<br />
“hmm.. boleh gak mba?”<br />
“boleh apa mas?”<br />
“boleh..  aku milih dompet yang aku pegang?”<br />
“aduh mas ini ada-ada aja, ngomong itu aja susah banget”<br />
Kali ini dengan jelas dia ngomong “capek deh (sambil tangan diangkat ke dahi)”. Padahal aku gak pernah nyuruh mba itu bilang “capek deh”, sumpah sodara-sodara!</p>
<p>Setelah itu.. setelah itu apa? Hmm.. setelah itu dengan langkah tegap dan gagah berani aku berjalan menuju kasir. Kali ini, pegawai yang aku hadapi beda. Perlu strategi dan langkah baru untuk menghadapinya. Selain beda karena pagawai yang satu ini emang beda, tapi dipikiran aku dia bukan pegawai yang kerja ditoko ini, melainkan pemilik toko segaligus pemegang saham beserta seluruh isi dagang yang ada di toko ini. Dia pake kacamata, kulitnya putih bersih, badannya tegap gempita, agak berumur tapi tetap kelihatan asri. Meskipun dia memiliki kelebihan dibanding dengan kulit aku yang sawomatang tapi aku gak bakalan tertarik, soalnya dia adalah cowok. Aku perhatikan sekali lagi, sepertinya dia keturunan cina. Pantas aja kulitnya putih, mana ada cina kulitnya hitam, kecuali cina keturunan afrika, setuju!<br />
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)</p>
<p>Karena dia adalah keturunan cina dan meskipun aku gak tahu namanya tapi akal sehat aku gak bakalan kehabisan ide. Aku putuskan untuk memanggilnya koko.</p>
<p>“ko..” aku buka celana, eh maksudnya buka pembicaraan.<br />
“ya mas..”<br />
Dia mau aja dipanggil ko, kurang ko. Seharusnya aku manggil dia koko. Waduh mala bahas nama!<br />
“dompet ini harganya berapa ya..?” kembali aku tanya harga dompet ini.<br />
“uek.. halganya sekian lupiah mas..”<br />
“mahal banget ko, turunin lagi dunk”<br />
“oke, uek tulunin jadi sekian lupiah”<br />
“turunnya kok sepuluh ribu aja ko, lagi dunk..”<br />
“gak bisa uek, halganya emang segitu”<br />
“okelah kalo gitu uek, aku bayar sekarang ato nanti uek?”<br />
Dia ketawa, padahal gak ada yang lucu dalam transaksi ini.<br />
“ya bayal sekalang lah uek”<br />
Akhirnya aku juga ikut ketawa, entah kenapa?!</p>
<p>Transaksi telah selesai, kembalian atas kelebihan pembayaran-pun telah aku terima yaitu sekecil dua ratus empat puluh ribu rupiah. Tadi aku bayar sebesar lima ratus ribu rupiah, koko nya sempat bilang bayarnya kegedean tapi aku juga bilang kalo lebih kembalikan dunk ko! Itu, aku emang sengaja bayar lebih. Selama berada ditoko ini, hal yang gak sengaja aku lakukan adalah ketika aku bayar ke koko dengan uang lebih, loh bingung aku? Sama.. aku juga bingung! Hehe..</p>
<p>Senang.. puas.. puas.. tak sobhek-sobhek! Lho kok malah niru gaya bicara Tukul? Hari ini aku senang banget karena telah memiliki dompet baru, yailah kayak anak gadis aja. Tapi beneran seneng, seneng karena ada dompet baru. Kali ini aku yang bilang “capek deh”.</p>
<p>Sekarang aku mau bilang, indahnya dunia bila diisi oleh hal-hal konyol yag tidak pernah diduga. Tapi harus diketahui,hal konyol ini tidak terlepas dari kebiasaan orang tersebut, bikin kesel namun tidak menyakitkan. Mala membuat orang senang dan ketawa. Aku sendiri kadang mikir, begitu banyak hal konyol yang aku lakukan selama ini, namun semua itu.. sumpah dia datang tanpa diundang. Dia hadir dengan sekejab mata dengan pikiran dan logika yang kencang. Ini kembali dari watak dan kebiasaan orang tersebut. Hiduplah dengan senang dan tenang dan jangan dibuat pusing, setuju!<br />
Setuju.. (siapa tu yang ngomong)</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=106&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/11/16/setuju-kah-kalian-jika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas apa yang sering anda kerjakan?</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/11/11/tugas-apa-yang-sering-anda-kerjakan/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/11/11/tugas-apa-yang-sering-anda-kerjakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 00:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Kerja sampe malam adalah dikerjain. Kerja mengerjai dan mengejar aku. Bukan senin-jumat, tapi ini adalah malam senin. Seperti malam lain yang telah melintas, malam ini juga sama dengan minggu kemarin, malam senin juga, itu artinya minggu malam. Kenapa begitu? Karena adalah karena kerja mengerjai aku.
Seharusnya sekarang aku dirumah lagi duduk, ngobrol ma Tri ato Akbar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=104&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kerja sampe malam adalah dikerjain. Kerja mengerjai dan mengejar aku. Bukan senin-jumat, tapi ini adalah malam senin. Seperti malam lain yang telah melintas, malam ini juga sama dengan minggu kemarin, malam senin juga, itu artinya minggu malam. Kenapa begitu? Karena adalah karena kerja mengerjai aku.</p>
<p>Seharusnya sekarang aku dirumah lagi duduk, ngobrol ma Tri ato Akbar, dengerin musik, tapi apalah dikata, kalian pasti uda tau sekarang aku dimana. yup, sekarang aku dikantor lagi lembur. Mengerjakan tugas rutin yang harus selesai malam ini dan besok tugas rutin ini harus dikirim. Apakah tugas rutin yang harus aku selesaikan sehingga membuat aku dikantor, malam ini sendirian dengan ditemani cahaya lampu redup ditambah sebotol aqua yang bila aku haus tinggal diminum? Gak usah sungkam atau malu untuk menanyakan tugas rutin apa yang aku kerjakan sekarang, karena ini bersifat gratis dan aku gak bakalan mungut biaya untuk bilang.</p>
<p>Sebenarnya tugas rutin ini aku kerjakan dengan penuh semangat, dengan antusias dan sedikit konsentrasi. Tugas rutin ini sama sekali tidak membebani aku karena tugas ini mencerminkan kepribadian aku. Seharusnya bila memang harus, tugas ini aku kerjakan setiap hari, minimal setengah jam tiap hari biar cepat selesai. Namun, kerjaan tetap yang membuat aku tidak cukup waktu untuk membuat rugas rutin ini. Ini bisa aku jadikan alasan karena Cuma itu alasan yang ada dikepala aku sekarang.</p>
<p>Oke dari pada panjang lebar, aku langsung saja. Berhubung aku juga takut sendirian dikantor ya langsung saja. Aku tahu, tulisan ini bolak-balik, tapi aku mau kalian tahu ini adalah bagian pembelajaran yang aku tekuni. Bukan bermaksud untuk menjadi tenar, tapi ini aku jadikan rutinitas untuk bisa seperti penulis pada umumnya. Ups..! aku kecoplosan sodara2.. iya, aku pengen jadi penulis. Walaupun gaya penulisan aku masih kocak dan susah untuk diartikan, tapi kalian harus tahu, inilah gaya penulisan aku. Tidak pernah terlintas dipikiran aku untuk mengikuti cara, gaya penulisan, atau karakter penulis itu. Siapa dia? Dia adalah penulis yang sekarang bukunya tersebar di toko-toko gramedia yang ada di Indonesia. Aku gak mau nyebutin namanya karena belum minta ijin, seperti hidup harus didasari dengan sifat dan etika, dan menulis bagi aku juga sama. Terlebih dulu harus minta ijin dengan penulis tersebut, setuju!</p>
<p>Secara gak langsung kalian sudah tahu tugas rutin yang aku kerjakan sekarang. Sengaja aku tulis karena tulisan ini aku mau publikasikan. Kenapa? Apa keuntungan yang bisa aku peroleh dengan adanya tulisan ini? Jawabannya bervariasi. Salah satu jawaban yang aku suka yaitu, tulisan ini aku jadikan motivasi. Tanpa motivasi aku gak bakalan bisa jadi penulis, setuju!</p>
<p>Jadi penulis bukan impian aku, tapi tujuan aku. Impian aku adalah jadi orang yang berguna bagi sesama, tentunya sesama manusia. Adapun tujuan aku menulis karena aku suka menulis. Sekali lagi aku bilang, gak ada maksud untuk menjadi tenar tapi aku pengen mengembangkan diri sendiri apakah aku bisa jadi penulis atau tidak yang sedarinya aku memang suka menulis.</p>
<p>Banyak cerita dari aku yang terbuang begitu saja, begitu banyak hal yang aku lewatin namun detilnya secara pasti aku lupa. Dengan menulis cerita-cerita unik aku bisa menggambarkan cerita-cerita itu, tentunya cerita-cerita yang banyak orang cerita.</p>
<p>Oke, mungkin ini dulu pelajaran yang bisa aku tangkap, dilain waktu dan berdoa ada kesempatan aku belajar nulis lagi. Mohon dukungannya yah..</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=104&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/11/11/tugas-apa-yang-sering-anda-kerjakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa ini</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/10/17/apa-ini/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/10/17/apa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 02:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang seharusnya terjadi terjadilah, dan itulah adanya. Dan hal yang seharusnya tidak terjadi janganlah terjadi, itupun adanya. Apa yang aku lakukan sekarang kamu tidak tahu, apa yang kamu lakukan sekarang akupun tidak tahu. Siapa yang tahu, Presiden aja nggak bakalan tahu. Itu adalah bagian dari hidup yang penuh belok2, liku2, dan tikungan. Apa ini? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=101&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hal yang seharusnya terjadi terjadilah, dan itulah adanya. Dan hal yang seharusnya tidak terjadi janganlah terjadi, itupun adanya. Apa yang aku lakukan sekarang kamu tidak tahu, apa yang kamu lakukan sekarang akupun tidak tahu. Siapa yang tahu, Presiden aja nggak bakalan tahu. Itu adalah bagian dari hidup yang penuh belok2, liku2, dan tikungan. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.</p>
<p>Dua hari ini terjadi dan nggak terjadi, apa itu? Kamu tidak tahu karena aku tahu. Walaupun kamu tahu tapi itu kamu tahu bila aku bilang. Apakah aku harus bilang? Terang2an kamu tidak tahu, gelap2an kamu juga tidak tahu. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.</p>
<p>Sekarang kamu tahu maksudnya apa? Inti dari kehidupan adalah mencari dan terus mencari sesuatu. Sesuatu itu ada dimana dan berapa nilai uang yang harus dibayar, aku tidak tahu dan kamu pun tidak tahu bahkan Presiden pun tidak tahu. Apa yang sebenarnya terjadi, kamu bakalan tidak tahu. Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.</p>
<p>Kata demi kata aku rangkai, paragraph demi paragraph aku susun, tulisan demi tulisan aku apain? Terget demi target aku usahakan, habis itu aku apain? Apa ini? Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.</p>
<p>Satu hal yang perlu kamu tahu, Ini adalah tulisan yang nggak jelas maknanya.</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=101&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/10/17/apa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gpp</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/10/15/gpp/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/10/15/gpp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 03:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[“Apa ada dibalik semua itu?” itu saya bertanya sama Cuplis
Cuplis bingung dan gak segera menjawab pertanyaan aku, mungkin karena pertanyaan aku yang kurang jelas ato emang dia yang bodoh, entahlah.
“Cuplis apa ada..? jawab dunk”
“Iya.. iya..”
“Iya apa Plis, apa ada?”
Cuplis makin bingung.
Hari itu adalah siang, panas, tapi yang jadi pertanyaan? Kenapa hari itu tidak hujan? Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=97&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Apa ada dibalik semua itu?” itu saya bertanya sama Cuplis<br />
Cuplis bingung dan gak segera menjawab pertanyaan aku, mungkin karena pertanyaan aku yang kurang jelas ato emang dia yang bodoh, entahlah.<br />
“Cuplis apa ada..? jawab dunk”<br />
“Iya.. iya..”<br />
“Iya apa Plis, apa ada?”<br />
Cuplis makin bingung.</p>
<p>Hari itu adalah siang, panas, tapi yang jadi pertanyaan? Kenapa hari itu tidak hujan? Karena kalo hujan, sekarang aku tidak bisa bertanya sama cuplis “apa ada”, itu atinya aku gak bakalan keluar rumah dan itu artinya aku dirumah lagi nonton, tentunya nonton langit2 kamar.</p>
<p>“Iya ada apa, maksudnya apa?” Cuplis nanya.<br />
“Bukan ada apa Plis.. Tapi apa ada”<br />
Cuplis bengong.<br />
“Gini lo Plis.. apa ada dibalik semua itu?”<br />
Cuplis makin bingung dan meninggalkan aku.<br />
“Plis..” aku manggil Cuplis<br />
“Apa..?”<br />
“Jangan tinggalkan, kumohoon..”<br />
Dia ketawa, dan ketawa sejadi2nya, aku juga ketawa.</p>
<p>Sebenarnya aku juga bingung dengan pertanyaan yang aku tanyakan ke Cuplis, itu karena aku memang pengen ngerjain dia, pengen buat dia pusing dengan pertanyaan yang membingungkan, bahkan juga membingungkan bagi yang baca tulisan ini, karena itu tujuan aku.</p>
<p>Aku mau jalan, Cuplis tidak aku ajak karena dia telah meninggalkan aku, aku kecewa dan patah hati sama dia, awas kamu Plis!!</p>
<p>Aku keparkiran depan RedBox, kaget dan cemas karena sepeda aku gak ada. Kemana sepeda aku, batinku dalam hati. Aku menarik nafas dalam2 dan sekuat tenaga aku hembuskan lewat mulut, lalu aku ulang lagi sampe dua kali. Aku tutup mata.. namun sepeda aku tetap gak ada diparkiran, itu karena aku tutup mata. Tapi setelah aku buka mata sepeda itu telah berubah menjadi motor, menakjubkan dan sungguh luar biasa.  Baru ingat dan sadar ternyata aku gak bawa sepeda.</p>
<p>Perlahan2 aku dekati sepeda motor itu yang sudah menemani aku selama dua tahun lebih, lebih dekat dan sekarang aku dimana? sekarang aku uda diatasnya. Dengan suka cita dan rasa yang tidak bisa aku lukiskan serta asa yang ada2 saja yang sukar untuk dijelaskan emang sulit aku ungkapkan. Entah perasaan apa ini, yang jelas waktu itu.. waktu duduk diatas motor, dengan memandangi sekeliling sambil mengucapkan basmalah aku.. aku.. tak berdaya melihat bensin motor yang sudah mau habis. Ternyata aku marah, sewot, merajuk, gelisah, dan apa lagi? Perasaan gak enak ini datang walaupun gak pernah aku undang, sumpah gak pernah aku undang. Dia datang tanpa salam dan langsung menusuk dada, jantung aku berdetak kencang, nafas aku tidak teratur. Ada apa ini? Apa kata dunia bila nanti ditengah jalan motor tiba2 mati karena kehabisan bensin. Teryata dunia berkata “Kasian deh elo”</p>
<p>Hal yang gak pernah aku duga itu terjadi. Ditengah jalan setelah melewati mobil dan dua motor serta seorang ibu2 yang lagi jalan sama anaknya, apa yang terjadi? Gpp, aku cuma lewat dan terus jalan menuju kerumah kediaman Tri, itu berarti rumah aku juga.</p>
<p>Sampe dirumah juga gpp, emang kenapa kalo aku uda dirumah, gpp kan teman2. Sekarang siapa yang mau marah jika aku kekamar dan langsung tidur, sekarang siapa yang mau marah jika aku tidur bukan dikamar sendiri melainkan dikamar Akbar, sekarang siapa yang mau marah jika aku menyalakan tivi dan nonton dvd, sekarang siapa yang mau marah jika aku menyalakan rokok, sekarang siapa yang mau marah jika aku ketawa karena film dvd itu, sekarang siapa yang mau marah jika aku minum, dan sekarang siapa yang mau marah jika aku sudahi saja tulisan ini!!!</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=97&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/10/15/gpp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hujan</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/10/12/hujan/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/10/12/hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 23:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/2008/10/12/hujan/</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri. Suasana kota Tarakan tampak ramai. Mulai dari pagi, siang bahkan sampe malam. Gak biasanya jalan kota Tarakan macet. Paling macet tentu saja dijantung kota. Saya juga tidak tau pasti jantung kota Tarakan berada dimana. Tapi jika dilihat sepertinya disekitar THM, entah apa kepanjangan THM. THM sendiri berada disudut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=96&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tiga hari menjelang hari raya Idul Fitri. Suasana kota Tarakan tampak ramai. Mulai dari pagi, siang bahkan sampe malam. Gak biasanya jalan kota Tarakan macet. Paling macet tentu saja dijantung kota. Saya juga tidak tau pasti jantung kota Tarakan berada dimana. Tapi jika dilihat sepertinya disekitar THM, entah apa kepanjangan THM. THM sendiri berada disudut dekat lampu merah, diseberang jalan depan THM tampak sebuah bangunan megah dengan arsitektur seni modern yang berbentuk oval dinamai GTM (Grand Tarakan Mall).</p>
<p>Pagi ini, pagi sekali sekitar pukul enam saya mengantar Cuplis pulang. Cuplis adalah teman saya sejak pertemuan pertama kali di RedBox (tempat billiar) dua tahun lalu. Dia hebat maen Billiard. Saya lebih sering manggil Cuplis dengan gondrong. Soalnya rambutnya panjang, yang jika diliat dari belakang seperti cewek, tapi dari depan aduhai.. ya mirip Cuplis, emang siapa lagi.</p>
<p>Tarakan mendung. Tak satupun Bintang menampakkan sinarnya karena ditutupi oleh awan hitam yang tebal. Setelah mengulang novel ketiga karya Andrea Hirata yang sudah berapa kali saya baca mulai dari Novel pertamanya Laskar Pelangi dan disusul Sang Pemimpi habis saya baca malam ini sekitar pukul 20:35. Dari kemarin hujan, sedia payung sebelum hujan, makanya malam ini saya mau keluar bawa mobil. Sekarang adalah malam minggu. Keluar rumah saya langsung ke RedBox. Didepan Redbox saya berhenti. Kebetulan RedBox berada dipinggir jalan, agak kedalam dengan parkir tepat didepan RedBox sendiri. Tampak Cuplis lagi berdiri sendirian, seakan mau nunggu angkot, entah mau kemana. Saya klakson dua kali dengan tangan melambai keluar dari kaca mobil, artinya lagi manggil Cuplis. Ternyata Cuplis ngerti dengan kode yang saya kasih, habis siapa lagi yang saya panggil kalo bukan dia soalnya didepan saya Cuma ada Cuplis. Sekarang Cuplis berdiri disamping mobil sambil kepalanya mendongak kedalam mobil dan melihat saya.</p>
<p>“Mo kemana Drong?”<br />
“Rumah cewekku”<br />
“Pergi sekarang k? ato kita jalan dulu”<br />
“Jalan dulu lah.. tunggu sebantar..”<br />
Cuplis ke RedBox, beberapa detik kemudian dia langsung masuk kemobil.<br />
“Hmm..Jalan kemana ya Drong?”<br />
“Terserah.. keliling aja yuk”</p>
<p>Saya lalu nyalain mobil dan seketika itu saya sama Cuplis jalan2 mengelilingi Kota Tarakan. Diperjalanan..</p>
<p>“Kerumah cewekmu jam berapa Drong, mau kuantar k?”<br />
“Ahh.. Cuma basa-basi kok”<br />
“Halah.. Hehehe..”<br />
Cuplis juga ketawa.<br />
“Uda makan Drong?”<br />
“Udah.. kamu?”<br />
“Masih kenyang”</p>
<p>Beruntung saya bawa mobil keluar. diluar orang2 berlarian ingin berteduh. Hujannya deras banget.</p>
<p>“Drong.. ke Metro yuk”<br />
“Ayok..”</p>
<p>Sampe di Metro saya langsung masuk sama Cuplis. Semua meja telah diisi oleh pemain. Saya kekasir dan pesan meja.</p>
<p>“Mba.. Pesan meja dunk..”<br />
“Penuh mas..”<br />
“Iya uda tau penuh, makanya mau pesan”<br />
Mba nya ketawa, mungkin dipikirannya benar juga.<br />
“Oke mas, tapi antrian keempat ya?”<br />
“Gak papa kok mba, santai aja!”</p>
<p>Belum sampe diantrian keempat saya bisa main Billiard. Itulah gunanya banyak teman. Didepan saya ada Hendra yang lagi nyodok bola. Tanpa dipanggil saya langsung duduk didekatnya. Bola disusun kembali, Hendra nawarin maen Billiard, tentu saja saya tidak menolaknya karena emang itu tujuan saya. Main sekali game ternyata waktunya uda habis. Saya bilang ke Hendra..</p>
<p>“Dra.. waktunya ditambah aja, biar saya yang bayar. Didepan saya masih ada tiga yang antri. Mau yah mau..”<br />
Ternayata Hendra mau ngerti.<br />
“Oke..”</p>
<p>Saya langsung panggil Cuplis main dengan saya. Hendra duduk di tampet lain tapi masih bisa saya liat. Sejam kemudian saya berhenti main. Bukan karena capek tapi karena mau jalan lagi. Stik saya letakkan ditempatnya, baru mau kekasir Adi datang menghampiri saya. Ternyata Adi juga ikut antri, mau main Billiard. Adi baru datang, akhirnya saya bilang kekasir saya lanjut dan uang meja saya kasih ke Adi. Sebelum saya meniggalkan Metro saya perhatikan semua orang main Billiard, Aihh bosan, semuanya cowok se!</p>
<p>Keluar dari Metro saya langsung ke RedBox. RedBox juga penuh, yang mau main Billiard sama seperti Metro harus antri. Saya suruh Cuplis pesan meja. Habis pesan meja saya mengajak Cuplis lagi, kali ini saya ke D’Boss Poll. Hujan makin deras, jalanan hampir tidak terlihat karena saking lebatnya, ditambah dengan angin kencang, entah angin apa namanya. Di D’Boss Pool juga sama, mejanya penuh.</p>
<p>Sebenarnya.. sebanarnya.. ngapain saya keliling tempat Billiard di Tarakan, kayak gak ada kerjaan aja. Iya itu lah jawabannya. Saya sama Cuplis emang gak ada kerjaan, rencananya habis ke D’Boss Pool mau lanjut ke Nine Ball n seterusnya. Jangan sangka, Cuplis juga pembawaannya agak gila meskipun dia masih kalah gila sama saya, hehe. Kasian Cuplis ikut2 saya, uda ketularan virus gila nomor sebelas, maaf ya Plis, peace.</p>
<p>Niat ke Nine Ball saya urungkan soalnya uda kemalaman, jam sebelas lewat. Di D’Boss Poll saya maen sama Cuplis sejam mpe jam dua belas lewat. Lagi2 diluar masih hujan, Aihh gak lama tenggelam kita ini Drong, itu saya bilang ke Cuplis.</p>
<p>Diperjalanan pulang, Cuplis minta diantar kerumahnya. Rumahnya jauh, karena saya sendiri dirumah makanya saya ajak Cuplis nginap dirumah. Apa yag terjadi, ternyata Cuplis tidak menolak ajakan saya setelah saya kasih dia rokok sebatang sebagai tanda jadi. Sampe di rumah Cuplis langsung tidur, dia tidur di kamar saya, sedangkan saya tidur di kamar Akbar.</p>
<p>Paginya.. sekitar pukul enam saya ngantar Cuplis pulang. Teman2, Tarakan masih hujan lo, dari semalam. Saya kasih Cuplis uang seratus ribu sebelum turun dari mobil, makasih katanya.</p>
<p>Cuplis temanku, Cuplis sahabatku, Cuplis sodaraku. Kamu tau, saya bangga sama kamu. Semalam kamu bilang di mobil, kamu uda lega soalnya uda bisa belikan baju lebaran ketiga adekmu, meskipun kamu sendiri tidak punya baju baru. Kamu ngasih 750 ribu untuk dibagi tiga. Saya tau kerja kamu, saya tau kamu tinggal dimana, saya tau asalmu dari mana, saya tau kamu di Tarakan untuk apa, yang katamu di Tarakan enak, dari pada dikampung sendiri gak mungkin kamu bisa belikan adek2mu baju baru. Saya menyadari itu, karena itu juga kenapa saya bisa di Tarakan, demi sesuap nasi.</p>
<p>Dulu kamu pernah bilang, kalo ada yang berani ganggu saya, jangan malu ngomong  sama kamu karena kamu akan segera bantu saya, siapa orang yang berani ganggu saya kamu akan.. kamu akan selesaikan dengan otot2mu yang kekar itu. Saya tau kamu setia kawan, tapi tidak semua masalah harus diselesaikan dengan otot, masih banyak cara lain selain menggunakan otot, tapi makasih kuucapkan untuk kesetia kawanan kamu.</p>
<p>Ohh Cuplis temanku, sabar ya.. meskipun kerja kamu berat, emang berat soalnya tiap minggu itupun kalo ada kapal kamu angkat barang orang itu dan kamu dikasih uang, tapi tidak sedikitpun kamu mengeluh. Panas2 kamu angkat itu barang, bahkan hujan kamu tetap angkat, saya malu pada diriku sendiri yang kerjanya cuma duduk dikantor, banyak keluhannya lagi. Meskipun kerja kamu kasar, tapi kamu masih memikirkan ketiga adek2mu yang kamu sendiri tidak memikirkan dirimu.</p>
<p>Cuplis temanku.. bekerjalah, bekerjalah dengan halal sesuai agama. Saya temanmu, sahabatmu, sodaramu siap membantumu kapanpun kamu butuh, tapi bantuan saya tentu saja tidak pake otot.</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=96&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/10/12/hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pusing dan Sedih</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/pusing-dan-sedih/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/pusing-dan-sedih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 05:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hidup hanyalah tetes air mata kebahagiaan. Apakah kalian ngerti apa artinya? Saya malas jelasin, cari tau aja ndiri. Saya sudah pusing dan jangan dibuat pusing lagi. Nulis ini aja saya pusing, belum lagi kenaikan BBM, loh apa hubungannya?
Beberapa hari yang lalu saya ketemu teman lama, sekarang pun masih tetap temanan, gak tau sampe kapan. Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=93&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hidup hanyalah tetes air mata kebahagiaan. Apakah kalian ngerti apa artinya? Saya malas jelasin, cari tau aja ndiri. Saya sudah pusing dan jangan dibuat pusing lagi. Nulis ini aja saya pusing, belum lagi kenaikan BBM, loh apa hubungannya?</p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya ketemu teman lama, sekarang pun masih tetap temanan, gak tau sampe kapan. Dia kalah maen biliard, marah soalnya dia taruhan, dia marah, jengkel, kesal tapi didepan saya dia tetap santai dan senyaman mungkin. Habis ngobrol dengan saya dia langsung pergi entah kemana. Ngapain saya pikirin, toh dia juga gak mikirin saya.</p>
<p>Ada telpon masuk, saya angkat cuma missed call, nomor baru. Saya telpon balik dan langsung diangkat, Suara cewek.</p>
<p>“Assalamu’alaikum..” saya nyapa duluan.<br />
“Wa’alaikum salam..”<br />
“Halo.. Ini siapa?”<br />
“Ini Dafid kan?</p>
<p>Dafid adalah nama saya juga. Terserah orang2 mau manggil saya dengan panggilan apa selama itu masih sopan dan masih ada hubungannya dengan nama lengkap saya.</p>
<p>“Iya aku Dafid. Ini siapa?”<br />
“Temen kamu, masa lupa..”<br />
“Iya siapa.. langsung sebut nama aja napa?”<br />
“Nanti dulu. Kamu kapan pulang?”</p>
<p>Dia nanya saya kapan pulang Ke Parepare, itu maksudnya walaupun dia gak jelasin pulang ke mana.</p>
<p>“Siapa se, jawab dulu!”<br />
“Temen kamu, gak kenal suaranya kah..?”</p>
<p>Malas de nelpon orang seperti itu. Jaman sekarang masih pake bikin penasaran segala.</p>
<p>“Ini siapa se?”<br />
“Ada deh..”</p>
<p>Ya ampun.. bener2 buat saya makin malas, langsung saja saya tutup telpon. Kalo emang penting dia pasti nelpon balik ato SMS. Maaf ya.. bukannya mau kasar tapi saya harap kamu mau ngerti, sekarang tuh bukan jamannya bikin penasaran apalagi lewat telpon. Kalo kamu digituin enak gak? Andai baru pertama kali kamu missed call mungkin saya bisa maklumi, mungkin karena salah pencet nomor ato apalah, tapi uda sering kamu missed call, saya SMS dengan baek2 mala gak pernah balas. Saya telpon gak pernah diangkat, sekalinya kamu angkat mala jawaban kamu seperti itu, siapa yang gak malas coba kalo digituin. Siapapun dirimu yang gak mau ngaku saya harap kamu sadar dan mau mangakui kesalahan kamu karena uda ngerjain saya. Kamu pikir saya penasaran? Saya mah nyante aja, jadi maaf aja kalo lain kali saya cuekin, nomormu uda saya hapal bahkan di phone book HP, saya kasih nama “Orang Reseh No 11”.</p>
<p>Sampe sekarang saya belum tau kamu, siapa kamu? tinggal dimana? umur berapa? Nomor Rekening kamu berapa? Aihh.. ga bakalan saya pikirin deh. Oya tidak lupa juga saya makasih ma kamu, karena kamu missed call berarti saya masih dianggap, walaupun cara kamu itu salah.</p>
<p>Setelah telpon saya tutup, beberapa menit kemudian dia sms.</p>
<p>Dari: +6281355675xxx<br />
“Sombong ya sekarang, mentang2 sudah di Tarakan, Lebaran nanti kamu pulang ke Pare kan? Ntar kita ketemu di Pare aja ya! Jadi orang jangan judes, ntar cepat tua lo!”</p>
<p>Saya langsung balas smsnya.</p>
<p>Ke: +6281355675xxx<br />
“Maap ya teman, bukan sombong ato kasar, tapi dari kemarin saya sms kamu gak pernah balas, emang enak digituin.<br />
Saya gak pulang, lebaran disini. Tapi mungkin tahun baruan di Pare.<br />
Kamu siapa?”</p>
<p>Saya tunggu balasan sms dari dia, tunggu dan menunggu. Apa yang terjadi? Dia gak balas sodara2! Saya tersenyum sambil ngeliat langit2 kamar, reseh banget ya ini orang!</p>
<p>Dirumah saya sendirian, Akbar dan Tri uda mudik. Akbar mudik ke Barabai, Tri ke Makassar. Barabai itu di kalimantan selatan, nama sebuah kabupaten. Sedangkan Makassar, Aihh kalian pasti uda tau.</p>
<p>Gak ada teman yang bisa diajak ngobrol, suasana rumah sepi, hening! Ingin rasanya teriak, teriak sekencang2nya, tapi takut suara saya sampe terdengar di tetangga, maka saya gak jadi teriak.</p>
<p>Sekarang saya mau nanya? Biasanya, kalo lagi sendirian dirumah kalian ngapain? Pertanyaan ini khusus buat kalian yang merantau seperti saya, buat kalian yang ngontrak rumah ato ngekost sama teman2 dan tiba2 teman kamu pulang kampung, pulang kehalamannya dimana ia dilahirkan. Dan kamu ditinggal sendiri, apa yang kalian lakukan? Dimana teman itu sudah kamu anggap seperti keluarga sendiri, entah sebagai kakak ato adik. Sama seperti saya yang uda anggap Akbar ma Tri sebagai keluarga sendiri.</p>
<p>Bertiga, kami buat KTP Tarakan, banyak syarat yang harus dipenuhi kalo mau dapat KTP Tarakan. Salah satunya kami harus buat KK (kartu Keluarga). Nah sekarang yang mau jadi kepala keluarga siapa? Akhirnya kami putuskan Tri yang jadi Kepala Keluarga soalnya diantara kami bertiga dia yang paling tua, habis itu Akbar dan menyusul saya yang paling muda. Saya hormati Tri bukan karena dia yang paling tua tapi saya hormati karena dia adalah Kepala keluarga kami. Jadi jika ada apa2 yang terjadi dirumah dialah yang wajib bertanggung jawab, ato kalo ada acara dekat rumah, entah itu gotong royong bersihkan jalan se RT, acara syukuran dialah yang wajib datang. Tapi sesekali saya sama Akbar datang juga. Adapun kewajiban Akbar selaku orang rumah adalah rutin tiap bulan membayar Rekening listrik dan air, uang pembayarannya adalah dari kami bertiga yang disetor ke Akbar selaku pemegang kas. Apa yang saya lakukan? Apa kewajiban saya dirumah? Tugas saya lebih berat jika dibandingkan Tri sama Akbar. Tugas saya yang pertama yaitu rutin tiap bulan ngingatin Akbar agar gak telat bayar rekening listrik dan air. Kedua, jika ada undangan dari Pak RT, undangan gotong royong maka saya dengan segera menyuruh Tri agar menghadiri undangan tersebut. Ketiga, seminggu sekali saya ngingatin Akbar dan Tri tergantung giliran agar membersihkan kolam WC. Keempat, ini yang sering saya ingatin Tri sama Akbar, kapan se pasang TV kabel, mau nonton ini!</p>
<p>Dirumah saya masih sendiri dan gak ada kerjaan, anak2 gak ada. Emang anak2 kemana Kade? Diatas kan uda dibilang, Tri sama Akbar mudik, ohh..</p>
<p>Akhirnya saya putuskan mau jalan, lebih tepatnya jalan2. Jalan kemana aja di Tarakan tapi mentoknya juga di tempat Billiard. Dimobil saya juga sendiri, putar lagu kesukaan, NAFF. Ada perasaan sedih. tanpa sadar saya meneteskan air mata. Mata saya basah dan saat itu juga saya menangis. Saya menangis entah karena apa, gak bisa saya ungkapin betapa sedihnya saya hari itu. Saya lalu istighfar dan segera melap air dimuka. Mobil masih jalan dengan tenang. Beberapa menit kemudian saya sampe di Tempat Billiard. Orang2 berlarian masuk ketempat Billiard ato cukup didepan aja agar gak basah, hujan turun dengan lebat. Saya belum turun dari mobil. Kembali saya menangis, kali ini saya menangis karena ingin menangis dan belum tau kenapa saya menangis. Perasaan ini campur aduk, entah itu karena suasana lebaran yang tinggal berapa hari lagi, sedangkan saya satu2nya orang rumah gak mudik, entah itu karena saya kangen sama kedua orang tua, adek sepupu saya yang kini tinggal berdua sama ma2nya saja, entah itu karena saya hidup untuk apa, dengan tujuan apa?.</p>
<p>Dari balik kaca mobil yang gelap saya melihat kesamping tepat di depan tempat Billiard, ada tiga orang yang lagi berdiri. Dari matanya jelas terlihat orang itu lagi senang, tapi ada satu orang yang diam saja dan gak ikut ketawa seperti dua temannya. Entah apa yang mereka omongin. Orang yang lagi diam itu mungkin saja sama sedihnya seperti saya, tapi didepan kedua temannya dia bersikap seolah2 gak ada masalah, entahlah, siapa yang tahu. Mereka bertiga juga gak tau kalo saya, yang ada didepannya, didalam mobil yang lagi duduk sendirian, sekarang lagi menangis.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pulang kerumah suana rumah masih sepi. Biasanya kalo saya pulang ada Akbar yang sering putar musik yang suaranya terdengar sampe dikamar saya, tapi sekarang beda. Begitu masuk kamar saya dapat sms. Sms dari adek sepupu saya yang di Jakarta.</p>
<p>Dari: Nanda<br />
“Ka..<br />
Lebaran datang ke Jakarta gak? K Opik ma Te2h nanti lebaran kedua dateng kerumah.”</p>
<p>Ke: Nanda<br />
“Waduh kk gak bisa datang dek, ne aja kk lebaran disini dan gak pulang ke Pare.<br />
Salam aja ya buat keluarga disana.”</p>
<p>Dari: Nanda<br />
“Emang sekarang kk dimana?<br />
“Iya nanti disalamin ka.”</p>
<p>Ke: Nanda<br />
“Kk kan kerja di Tarakan (Kalimantan Timur), Hehe..</p>
<p>Huamm.. jangankan Keluarga di Pare, keluarga di Jakarta aja pada ngumpul. Ada sebab kenapa saya tidak mudik. Bukan karena gak ada dana, bukan karena tidak ada ijin dari kantor, bukan karena malas mudik. Tapi ada hal lain yang sehingga membuat saya dengan terpaksa tidak mudik. Mungkin kalo saya bilang disini kalian pasti tidak percaya dan pasti bilang “Kasian banget ya kamu” atau “Berat juga ya masalah yang kamu hadapi”. Saya yakin kalian pasti bilang seperti itu, karena itulah keadaan yang saya hadapi sekarang.</p>
<p>Masalah yang saya hadapi sekarang cukup rumit, gak tau gimana penyelesaiannya, saya berdoa dan terus berdoa, sabar dan terus sabar sehingga saya bisa tenang dan senang sendiri. Itulah yang saya lakukan dengan tetap bersikap tenang dihadapan semua. Gak mau saya kasih tau kalo saya ada masalah, saya gak suka dikasihani, prinsip! Maka dari itu sengaja saya tidak kasih tau masalah apa yang saya hadapi, dan dengan begitu kalian tidak akan nanya2, penasaran iya! Cukup saya yang tahu.</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=93&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/pusing-dan-sedih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Bilang Janji</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/jangan-bilang-janji/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/jangan-bilang-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 04:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Hari sedang hujan. Sekarang saya di Metro, lagi maen biliard sama Tri. Maen Biliard dari jam 9 malam, baru buka. Karena ada peraturan dari Pemda setempat, semua tempat Biliard yang ada di Tarakan buka mulai jam 10 pagi sampe setengah lima sore, baru buka lagi jam 9 malam sampe jam 12 malam. Selesai maen jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=91&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari sedang hujan. Sekarang saya di Metro, lagi maen biliard sama Tri. Maen Biliard dari jam 9 malam, baru buka. Karena ada peraturan dari Pemda setempat, semua tempat Biliard yang ada di Tarakan buka mulai jam 10 pagi sampe setengah lima sore, baru buka lagi jam 9 malam sampe jam 12 malam. Selesai maen jam 11 malam, sudah mau pulang, langsung pulang kerumah. Tapi.. diluar masih hujan, deras banget lagi. Segera saya dengan sekali tekan menekan kunci otomatis dan langsung berlari kecil masuk kedalam mobil dan duduk didepan stir, begitu juga Tri yang sudah ada duduk disamping saya. Malam ini dingin, tapi saya tetap menyalakan AC mobil dan tidak lupa menyetel musik. Lalu saya menyalakan pembersih kaca depan biar jalanan tampak jelas, sekarang saya sudah jalan, dijalan menuju pulang kerumah. Sampe dirumah hujan sudah mulai reda, dari Metro kerumah Cuma 10 menit perjalanan, kecepatan mobil 40km/jam.</p>
<p>Jam 12 kurang 5 menit Tri lapar, dia mau keluar cari makan, cari makan di Karang balik yang buka 24 jam. Saya tidak ikut, malas. Saya nitip nasi goreng sama Tri, Tri sudah pergi dengan Satria FU nya. Tepat jam 12 malam Hp saya berdering, nada dering pengingat, saya liat dilayar kaca Hp ada tulisan pengingat Ultah, ada dua nama. Pertama Ridho, temen seangkatan yang sekarang di KPP Pratama Balikpapan, ultah yang ke 22. Kedua Akbar temen serumah saya Ultah yang ke 23. Umurnya bertambah tapi hidupnya berkurang. Kembali telpon saya berdering, Tri nelpon.</p>
<p>“kade.. coba bilangin Akbar mau dibungkusin juga gak?”<br />
“bentar..” saya langsung kekamar Akbar dan mengetok pintunya dengan lembut.</p>
<p>“Bar.. Bar.. mau dibungkusin makanan gak sama Tri?”<br />
Dari dalam kamar Akbar Cuma teriak<br />
“Gak usah Kade..”<br />
“Oke..”</p>
<p>“Halo Tri..”<br />
“iya..”<br />
“Katanya Akbar ga usah dibungkusin.. Eh Tri.. Tri.. Hari ini Akbar ulang tahun lo.”<br />
“Iya kah..”<br />
“Iya.. dikerjain apa ya?<br />
“Tunggun aku sampe dirumah, habis itu kita tonjok sama2, hehe..” itu Tri yang bilang.<br />
“Iya..Iya.. hehehe..”</p>
<p>Sampe dirumah Tri langsung ngasi sebungkus nasi goreng yang saya titip tadi. Bungkusan itu saya simpan dulu dan langsung kekamar Akbar, saya ketok pintunya ga ada jawaban, ketok lagi masih gak ada jawaban dari Akbar.</p>
<p>“Ne anak baru juga diajak ngobrol uda tidur” Tri ketawa ngeliat saya. Sekali lagi saya ketok “Bar.. Akbar.. Bar..” tapi tetap gak ada jawaban. Akhirnya saya kembali kekamar dan bilang sama Tri “gak jadi dikerjain deh”. Tri Cuma ketawa.</p>
<p>Saya buka bungkusan itu, trus langsung makan nasi goreng yang Tri bawa. Habis makan saya nyalain sebatang rokok, Tri juga ngambil rokok yang sudah saya letakkan disamping laptop. Saya perhatikan Tri yang lagi nyalain rokok, baru berapa kali isap..</p>
<p>“Kade.. Ini terakhir kalinya aku merokok”<br />
“Hmm…” saya masih dengar Tri ngomong.<br />
“Serius ini..”<br />
“Iya.. kalo kedapatan merokok sanksinya apa coba? Aku juga mau berhenti merokok ahH. Ini juga rokok terakhir yang aku isap” ga yakin juga saya bilang begitu barusan, tapi nasi sudah menjadi bubur.<br />
“kalo kedapatan merokok denda 100rb, gimana?”<br />
“100rb mah kecil, biasa aja. Naikin lagi biar ada motivasi, hehe”<br />
“Gimana kalo 500rb” Tri ngomong sambil ketawa juga.<br />
“Oke deal..” saya mengiyakan.<br />
“Sip..”</p>
<p>Setelah perjanjian, saya dan Tri berjabat tangan seakan sama2 menyetujui kontrak yang baru saja dibahas. Itu artinya tanda kesepakatan sama Tri akan berhenti merokok. Masih berjabat tangan sama Tri, saya ulangi lagi “Deal ya denda 500rb kalo kedapatan merokok”. Tri mengiyakan dan tangan kami pun lepas.<br />
Saya melirik sebuah kotak sarung yang ada diRak, saya sudah siapin sarung itu dari tadi, nunggu Tri pulang dari beli makanan baru sama2 dikasih ke Akbar. Sarung itu masih baru dan masih ada capnya, karena gak mungkin saya hadiahkan ke Akbar kalo uda bekas, gak enak jadinya kalo uda pernah dipake. Saya ngambil polpen dan secarik kertas. Diatas kertas tersebut saya tulis kata dengan singkat.</p>
<p>HAPPY BIRTHDAY<br />
BROTHER..</p>
<p>Habis saya tulis segera saya kedepan kamar Akbar dan meletakkan kotak sarung tersebut tepat didepan pintu kamar Akbar dan diatasnya ada secarik kertas kecil dengan ditindih korek gas biar kertasnya gak terbang karena angin.</p>
<p>Tri bingung, dia gak tau mau ngasih apa ke Akbar. Saya senyum ngeliat Tri yang kebingungan. Tri langsung bilang kesaya.</p>
<p>“Gimana kalo ikan di akuarium aja yang dikasih ke Akbar”<br />
Saya ketawa bukan maen dengar ide gila dari Tri<br />
“kayaknya boleh juga tuh Tri, hehe..”<br />
“Yup, huahahaha…”</p>
<p>Kayaknya saya sudah ngantuk, tapi sebelum tidur saya kedepan laptop dan memainkan jari saya diatas keyboardnya. Karena ini adalah hari bersejarah saya ingin berhenti merokok maka saya menulisnya di microsoft word lengkap dengan tanggal dan perjanjian ma Tri.</p>
<p>“Malam ini, dini hari kali.. tepat di Ulang Tahun Akbar yang ke 23 tahun sejak ia dilahirkan adalah hari dimana orang bisa bilang hari bersejarah. Tentunya hari besejarah buat saya, mungkin juga hari besejarah buat Tri. Emang sudah banyak hari yang saya lalui selama hidup didunia, tapi hari ini saya mau masukin keagenda harian saya bahwa hari ini juga merupakan hari bersejarah buat saya.</p>
<p>Saya menulis ini dengan perasaan yang bimbang, tapi janji adalah janji dan janji itu harus ditepati. Saya berjanji sama Tri dan Tri juga berjanji sama saya. Adapun janji yang telah buat hari ini bersejarah adalah janji BERHENTI MEROKOK.</p>
<p>Dengan adanya kesepakatan tadi, sebelum saya menulis ini, saya dan Tri sepakat untuk berhenti merokok. Dan bila mana dikemudian hari, ternyata Tri entah saya kedapatan merokok maka akan didenda, itu berdasarkan kesepakatan. Adapun dendanya yaitu, bersedia membayar dengan uang tunai sebesar Rp. 500.000,- bayarnya ditempat dan gak ada alasan lagi kalo gak mau bayar. Janji tetaplah janji.</p>
<p>Tarakan, dini hari yang gelap tapi terang karena saya berada dikamar yang lampunya masih nyala 22 September 2008 pukul 00:15.</p>
<p>Kade..”</p>
<p>Setelah saya tulis, save, dan laptop pun saya matikan. Habis itu lampu kamar juga saya matikan. Sekarang saya sudah diatas kasur, sekarang saya mau tidur, besok kerja. Sebelum memejamkan mata tidak lupa saya niat puasa untuk hari ini, nanti bangun sahur minum aja soalnya masih kenyang, habis makan nasi goreng. Setelah itu saya baca doa tidur, dan sekarang saya sudah dialam mimpi.</p>
<p>Paginya setelah saya bangun, Akbar sudah berangkat kekantor, Tri masih tidur. Saya liat masih jam setengah tujuh pagi, tumben Akbar sepagi ini kekantor. Biasanya dia kekantor sepeluh menit sebelum jam setengah delapan. Tapi tidak usah saya bahas.</p>
<p>Sampe dikantor segera saya absen habis itu keruangan tempat saya duduk, keruangan tempat saya kerja, kerja karena itulah yang menyebabkan saya ada di Tarakan. Seperti biasanya dan sudah rutin saya lakukan setelah duduk saya langsung menyalakan komputer. Sekarang komputer uda nyala, hari ini gak ada kerjaan jadi mau ngapain aja terserah, tapi kalo pulang kayaknya gak mungkin. Mau ngapain coba dirumah, mendingan dikantor banyak teman bapak2 yang bisa diajak ngobrol walaupun arah pembicaraan kadang gak pernah nyambung.</p>
<p>Saya buka Opera dan segera saya buka Email saya yang di Pajak. Ada beberapa email yang masuk, tapi ada satu email yang jadi perhatian saya. Itulah dia Akbar yang ngirim email ke saya. Emailnya emang buat saya soalnya nama yang dia kirimin email Cuma nama saya seorang. Biasanya dia ngirim email kebanyak nama, tapi itu kalo dia mau ngirim artikel ato apalah. Namun kali ini beda, dia bener2 ngirim email Cuma buat saya. Pelan2 saya baca dari awal tulisan..</p>
<p>Subject: thx so much<br />
AKBAR SAPUTRA<br />
Terkirim:  22 September 2008 9:16<br />
Ke:  Muhammad Khadafid Tamajaya S.</p>
<p>“wew..</p>
<p>ga tau mimpi apa tadi malam, pas pagi nya tiba2 ada satu kotak berisi sarung (kurang kerjaan banget yak? sarug dimasukin kotak) dan mancis merek tokai terhampar di depan pintu kamar gwa..</p>
<p>gwa kira sinterklas nganterin paket, tapi setelah gwa inget2, ini masih bulan september, sinterklas nya mungkin masih dalam perjalanan..</p>
<p>hohohoho</p>
<p>jujur, gwa gemetar saat ngetik imel ini, bukan karena gwa takjub, ataw pun terharu atas kado yang kamu kasih (halah) tapi karena tadi pagi, sekali lagi (dan lagi) gwa kelupaan sahur..</p>
<p>tapi kamu tetap ngasih sesuatu yang berharga buat gwa, thank a lot for your care, will u marrie me.. (ups)</p>
<p>udah dulu yah, ntar tambah parah, maklum, nutrisi ke otak ga maksimal..</p>
<p>nb. padahal gwa ngarep, selain mancis nya, ada rokok juga, barang satu dua bungkus..</p>
<p>heuheueuhe</p>
<p>sekali lagi, terimakasih teman..”</p>
<p>saya tersenyum setelah baca pesan email dari Akbar, dan tidak lupa ketawa. Terharu dengan kalimatnya sampe2 dipikiran saya mau neteskan air mata, tapi pikiran itu saya tepiskan dan buang jauh2.</p>
<p>Dimana saya sekarang? Sekarang saya sudah ada dirumah, baru pulang dari kantor. Dirumah ada Tri, dan beberapa menit kemudian Akbar juga datang. Semuanya baru pulang dari kantor, tampak jelas kedua teman saya kecapean, apalagi Akbar karena mungkin gak ada yang bangun sahur, Tri juga gak bangun. Saya? Saya bangun minum aja habis itu tidur lagi. Akbar memulai pembicaraan..</p>
<p>“Anjrit jam dinding ini, cepat banget! Pas nyampe kantor ternyata baru setengah tujuh”<br />
Saya dan Tri ketawa liat Akbar sambil liat jam dinding.<br />
“pantesan aja, tumben pagi2 uda kekantor” itu saya yang ngomong.<br />
“Bar.. buka puasa dimana ne?” Tri nanya.<br />
“terserah aja, gimana kalo di..”<br />
Saya memotong pembicaraan Akbar<br />
“Di Milo aja, bom panjang, gimana”<br />
Akbar mengiyakan dan Tri juga, oke!</p>
<p>Akbar lalu nelpon anak2 yang lain, dia nelpon Faris. Oke katanya. Setelah itu dia nelpon Gogon tapi Hpnya gak diangkat, mungkin tidur, katanya Akbar.</p>
<p>Setengah jam sebelum buka puasa saya dan Akbar naik mobil ke Milo. Tri mana? Tri naik motor sama Ayen, Ayen juga ikut, dibonceng ma Tri. Ayen itu siapa? Ayen itu teman saya, Ayen itu teman Akbar, tapi Ayen itu bukan teman Tri. Bagi Tri Ayen itu.. gak usah saya bahas Ayen itu apanya Tri.</p>
<p>Sampelah saya di Milo, Tri dan Ayen uda nyampe duluan. Saya nyampe belakangan karena saya naik mobil, yang harus mutar jalan karena ada jalan yang gak bisa dilewati, jalan satu arah. Faris juga uda datang dan langsung mengambil tempat duduk disebelah saya, maksudnya duduk disebelah saya. Saya duduk diujung, Aihh gak usah saya panjang lebar bahas masalah duduk.</p>
<p>Alhamdulillah.. uda buka, minum juss, makan kue, pesananan nasi belum datang, mungkin masih dikukus, lama..</p>
<p>Mata saya bersirobok sama Tri, Hmm.. saya langsung keluar beli rokok, disamping Milo ada supermarket, beli sebungkus lalu kembali ke Milo.</p>
<p>“Tri.. gimana.. mau merokok gak” saya goda Tri.<br />
“…”<br />
“Gimana kalo janjinya kita batalin aja, mau gakk..?”<br />
“Tri langsung saja mengiyakan dan segera ambil sebatang rokok yang saya beli tadi”<br />
Saya juga ambil rokok dan nyalain lalu isap.</p>
<p>Semua anak2 ketawa melihat kami, terutama Akbar karena dia uda tau ada perjanjian berenti merokok. Faris bengong gak tau masalah, lalu Tri jelasin ke dia dan akhrinya Faris juga ikut ketawa.</p>
<p>“Perjanjian konyol, hehe..” Katanya Faris.</p>
<p>Sampe saya selesai menulis ini saya masih memegang rokok, itu artinya.. (sejak buka puasa bersama di Milo perjanjian berenti merokok sama Tri batal, kontrak batal!) saya masih belum bisa ninggalin kebiasaan merokok, Tri juga belum bisa. Kapan ya saya bisa berenti merokok?!</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=91&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/09/27/jangan-bilang-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telat Bangun</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/09/22/telat-bangun/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/09/22/telat-bangun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 23:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya bangun kesiangan tapi masih bisa dibilang pagi. Saya bangun jam delapan lewat, lebih tepatnya lewat 15 menit. Karena saya menyadari terlambat kekantor yang seharusnya sudah ada dikantor sebelum pukul 7:30 saya langsung bangun  dan duduk dekat kasur. Setelah itu bantal saya lempar kedepan, guling saya pukul2, kembali saya tidur. Dengan perasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=89&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini saya bangun kesiangan tapi masih bisa dibilang pagi. Saya bangun jam delapan lewat, lebih tepatnya lewat 15 menit. Karena saya menyadari terlambat kekantor yang seharusnya sudah ada dikantor sebelum pukul 7:30 saya langsung bangun  dan duduk dekat kasur. Setelah itu bantal saya lempar kedepan, guling saya pukul2, kembali saya tidur. Dengan perasaan yang marah saya malas kekantor. Ngapain kekantor, uda telat juga. Bukan karena gak disiplin tetap masuk kantor tapi karena telat absen. Itu artinya gaji dipotong, itu artinya gaji bulan depan kurang, dan itu artinya saya ga terima gaji pull. Padahal tadi waktu bangun shalat subuh enak aja dan gak ngerasa kantuk, gak tau napa sehabis shalat pengennya tiduran mala tidur beneran.</p>
<p>Ini yang kedua kali saya telat bangun pagi dan telah telat absen pagi dalam bulan ini. Tapi masih mending, bulan kemarin mala lebih parah, maksud saya dua bulan yang lalu. Dikantor saya pemegang rekor dengan telat 11 kali. Bayangin aja 11 kali telat berapa jumlah sisa potongan yang saya terima bulan kemarin. Aihh.. ga usah diitung deh. Terus bulan kemarin telat cuma sekali, patut bangga karena ada kemajuan yang sangat menonjol, tapi.. bulan ini sudah dua kali telat, huamm..</p>
<p>Karena tadi setelah saya habis pukul itu guling lalu kembali tidur maka saya bener2 bangun kesiangan, lebih tepatnya bangun jam 12 kurang 3 menit. Kali ni saya bangun bukan karena ingin keKantor melainkan saya bangun karena gak ngantuk lagi. Segera setelah saya bangun saya langsung kekamar mandi guna menunaikan tugas suci, tapi ga usah dibahas saya ngapain dikamar mandi. Habis mandi saya tidak nyari makan soalnya puasa, ini kan bulan puasa. Uda gede gini masak gak puasa, apa kata dunia.</p>
<p>Didepan pintu rumah ada orang, ada orang yang lagi mau nawarin alat pijat refleksi. Semacam alat pijat, iyehh! Saya bisa tau karena saya ngintip dari dalam rumah lewat kaca yang dari luar orang ga bisa liat. Saya tau dia mau nawarin barang karena saya uda liat barang yang dia bawa. Dia ketok pintu, ketok lagi.. apa yang saya lakukan, saya masih didepan kaca liat itu orang. Pintu belum saya buka, dia ngintip kedalam lewat kaca, saya langsung sembunyi dibalik pintu. Mungkin dipikirannya ga ada orang jadi dia langsung pergi, pergi meninggalkan rumah saya.</p>
<p>Sekarang saya sudah dikamar, bingung mau ngapain? Saya nyalain laptop habis itu saya matiin lagi. Saya nyalain lagu yang ada di Hp habis itu saya matiin, berulang kali sampe Tri datang, mau tidur, istirahat katanya. Tri adalah teman serumah saya, rumah yang saya kontrak selama setahun. Saya sms Pak Sopiani. Pak Sopiani adalah teman seruangan saya dikantor, dia uda punya istri dan uda punya anak.</p>
<p>“Ass.. Pak tukang jahit sepatu dimana ya?” itu saya sms Pak Sopiani.<br />
“Was.. Di lingkas ujung, depan kantor angkatan laut”<br />
“saya mau jahit sepatu dulu ya Pak..”<br />
“oke” katanya..</p>
<p>Segera saya keluar kamar dan langsung ke parkiran tempat saya parkir mobil, depan rumah ada motor tapi saya malas bawa motor, malas karena cuaca panas. Meluncur ke TKP, sampelah saya di tukang jahit sepatu.</p>
<p>“Pak..” saya manggil bapak jahit sepatu.<br />
“Iya..!”<br />
“Pak..”<br />
“Iya.. kenapa dek?”<br />
“Ga papa Pak..”<br />
“lho..!”</p>
<p>Saya langsung pergi tapi tidak lupa saya bilang ke bapak tukang jahit sepatu “Beneran ga papa kok pak”.</p>
<p>Di jalan Yos Sudarso saya nyetir dengan pelan, sampe diperapatan yang ada lampu merahnya mobil saya hentikan. Setelah lampu hijau kembali saya jalan dan kali ini saya melewati jalan Mulawarman, lalu saya putar arah mobil dan menuju ke jalan Mulawarman. Sekarang saya sudah diseberang jalan, didepan ada lampu merah lagi tapi kali ini mobil tidak saya hentikan karena saya belok kiri, disini, maksud saya di Tarakan belok kiri langsung saja. Didepan pintu masuk THM saya mutar mobil, kali ini lebih hati2 soalnya tidak ada pembatas jalan ato trotoar yang ada ditengah jalan, huamm entah apa namanya. Setelah mutar mobil, itu artinya saya balik arah dan kembali menuju lampu merah, diperapatan lampu merah saya langsung belok kiri dan kembali ke jalan Yos Sudarso. Di jalan Yos Sudarso saya menuju ke Bapak tukang jahit sepatu, kali ini saya bener2 mau jahit sepatu.</p>
<p>“Pak..” saya nyapa bapaknya.<br />
“Iya..! yang tadi toh..”<br />
“He.. eh.. iya pak.”</p>
<p>Bapak tukang jahit sepatu sudah liat apa yang saya bawa, karena tadi turun dari mobil sepatu yang mau dijahit sudah saya bawa.</p>
<p>“Mau dijahit ya dek?”<br />
“Iya pak. Berapa ya sepasang?”<br />
“10rb aja”<br />
“Oke pak. Lama gak pak?”<br />
“Paling sejaman”<br />
“Ohh.. aku tinggal ya Pak, ntar kembali lagi”<br />
“Iya dek..!”</p>
<p>Bapak tukang jahit sepatu langsung menjahit sepatu yang saya bawa, saya duduk disampingnya. Mungkin dia heran melihat saya yang belum pergi.</p>
<p>“Katanya mau ditinggal dek”<br />
“Malas jalan Pak, heehhehe..” saya ketawa sambil mukul2 paha saya.<br />
Bapaknya diam aja sambil melihat aneh ke arah saya.<br />
“Pak..” saya manggil bapaknya.<br />
“Iya dek..”<br />
“Masih lama gak jahit sepatunya?” itu saya nanya bapak tukang jahit sepatu.<br />
“masih lah dek, baru juga dijahit”<br />
“Ohh..”</p>
<p>Beruntung bapak si tukang jahit sepatu sabar menghadapi pertanyaan dari saya yang tiada henti2nya. Mulai dari.. “Bapak tinggal dimana, asli mana, uda punya istri, anak berapa, co/ce, bapak berapa sodara, uda lama di Tarakan, ga mudik lebaran, puasa gak Pak, uda lama jahit sepatu, uda selesai ya Pak sepatunya?”</p>
<p>“iya dek.!”<br />
Saya kasih uang dua pulu ribu rupiah.<br />
“Makasih ya Pak” saya langsung pergi.<br />
“Dek.. dek.. ada kembaliannya”<br />
“Gak usah Pak, makasih ya..”<br />
“Hehehe… makasih ya dek”<br />
“Iya pak.” Saya naik mobil dan langsung pulang kerumah.</p>
<p>Sampe dirumah Tri uda gak ada, mungkin dia uda kembali kekantor. Jam sudah jam 3 siang lebih. Di kamar saya nyalain laptop dan maen game Spider Solitaire. Mean game sampai jam menunjukkan jam 4 sore, setengah jam lagi orang pulang kantor, lebih cepat setengah jam selama bulan puasa bagi umat muslim. Segera saya shalat, habis itu nyalain motor kekantor. 10 menit lagi orang pulang kantor, saya ketemu sama Pak Sopiani.</p>
<p>“Kade.. Kade.. Hehehe..” Pak Sopiani manggil saya.<br />
“Pak, tadi saya sudah jahit sepatu”<br />
“Sudah ya.. barun turun ya” maksudnya turun kerja.<br />
“Iya.. tadi jahit sepatu di depan kantor angkatan laut. Kesiangan Pak, jadi malas turun kerja, hehehe..”</p>
<p>Walaupun saya tidak masuk kantor, masuk tapi sekedar absen aja setidaknya saya jujur. Dan itulah yang disukai Pak Sopiani karena adanya kejujuran dari saya. Dari pada buat alasan yang sejadi2nya yang jadi bingung sendiri mau alasan apa lebih baik jujur yang ngomongnya langsung tanpa ada mikir panjang. Tapi kebiasaan ini tidak akan pernah terulang lagi, maksudnya telat masuk kantor dan sekalian malas turun kerja itu tidak terulang lagi, semoga..!</p>
Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=89&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/09/22/telat-bangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuanku (Itu.. Ini yang kedua)</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/09/15/perempuanku-itu-ini-yang-kedua/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/09/15/perempuanku-itu-ini-yang-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 23:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe.. Wa&#8217;alaikum salam, klik.. Tut.. Tut.. Tut..
Sesaat setelah saya menutup telpon entah apa yang membuat diri saya tersenyum sendiri. Hal yang istimewa, eh diralat dulu.. hal yang gak
begitu istimewa itu lama2 menjadi istimewa. Awalnya emang seperti itu, dan itulah jadinya. Sejak pertemuan saya sama Cinta hari demi
hari saya lalui dengan bernafas, dan Cinta juga pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=87&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hehehe.. Wa&#8217;alaikum salam, klik.. Tut.. Tut.. Tut..</p>
<p>Sesaat setelah saya menutup telpon entah apa yang membuat diri saya tersenyum sendiri. Hal yang istimewa, eh diralat dulu.. hal yang gak<br />
begitu istimewa itu lama2 menjadi istimewa. Awalnya emang seperti itu, dan itulah jadinya. Sejak pertemuan saya sama Cinta hari demi<br />
hari saya lalui dengan bernafas, dan Cinta juga pasti sedang bernafas. Tapi bukan itu yang mau saya bahas. Cinta dan saya sekarang ada<br />
jarak. Beribu kilo meter saya jalanin dengan Cinta dengan cara smsan, telponan n misscolan. Cinta dipulau jawa sedangkan saya di pulau<br />
kalimantan, sungguh2 jarak yang membutuhkan tenaga bila ingin berenang kesana. dari Tarakan ke bandung alat transfortasi cuma ada dua,<br />
laut dan udara. Pertama laut, mau gak mau mesti naek kapal. Tarakan-Balikpapan sehari, Balikpapan-Makassar dua hari, Makassar-Jakarta<br />
dua hari lebih. Sekarang kita mulai berhitung, 1+2+2(setengah)= 5(setengah). Bayangin aja kalo saya mau ke Jakarta mesti melalu<br />
perjalanan yang amat2 sangat lama, lima hari lebih. Kedua udara, numpang sama burung garuda, ya gak lah.. Mesti naek pesawat dunk,<br />
Tarakan-Balikpapan 55 menit, Balikpapan-Jakarta 2 jam, jadi lamanya perjalanan yang harus saya lalui 2 jam lewat 55 menit. Biaya..? yang<br />
jelas lumayan menguras kantong. Tapi saya tidak kehilangan akal, walaupun jarak dari Tarakan-Bandung beribu2 kilo meter bisa saya tempuh<br />
dengan hanya sedetik. Gak percaya,? pasti kalian gak bakalan percaya soalnya saya juga ragu dan gak percaya. Emang bisa, ya pasti dengan<br />
sangat2 jelas ga bakalan bisa. Karena adanya jarak tersebut saya jadi pengen seperti Doraemon yang dari kantong ajaibnya bisa<br />
mengeluarkan pintu ajaib, huamm.. tapi itu cuma khayalan semata. Tapi tunggu dulu, Neil Amstrong berkhayal bakal pergi kebulan, dan apa<br />
yang terjadi. Maka sampe lah Neil Amstrong kebulan. Saya..? masa gak bisa berkhayal seperti Neil Amstrong, ato mungkin sikon nya beda<br />
kali yak, mungkin..!! Hanya orang bodoh yang tahu.</p>
<p>Sehari sebelum saya pulang ke Tarakan, malamnya saya ke Tavern dan bertemu dengan Cinta. Malam semakin larut dan beberapa detik kemudian<br />
berganti dengan dini hari yang ditandai dengan bergantinya hari yang sebelumnya diawali dengan huruf S kini berubah menjadi huruf M yang<br />
apabila ga disingkat maka kepanjangan dari S itu sendiri adalah Sabtu dan M tentunya Minggu, iya.. gak? ato bisa juga M kepanjagan dari<br />
<strong>M</strong>alam terakhir bersama Cinta. Layaknya sepasanag kekasih yang ingin berpisah malam itu tidak saya lewatin begitu saja,<br />
penuh hangat karena nantinya ada kerinduan maka saya memelut dengan eratnya. Entah pelukan saya ke Cinta gak berarti apa2 tapi bagi saya<br />
itulah adalah pelukan perpisahan, itu adalah pelukan bermakna, itu adalah pelukan yang cepat berlalu, dan itu juga adalah pelukan yang<br />
ingin kuulangi lagi. Tiada perpisahan yang berkesan, semenit sebelum saya meninggalkan Tavern &#8216;Cinta hati2 diajalan ya&#8217; itulah<br />
kata2 terkahir yang saya ucapkan ke Cinta dengan penuh kasih.</p>
<p>Badan saya lemas, kepala pusing, muka memerah, kantuk menyerang tiba2 dan sesekali menguap sambil menikmati kasur yang empuk dan badan<br />
terlentang diatasnya yang kini saya telah berada di Hotel tempat saya nginap. Ada perkcapan seru saat saya menelpon Cinta, dengan penuh<br />
harap saya pengen bertemu dengan Cinta tapi harapan itu sirna karena Cinta gak dibolehin keluar mess ma manejer nya yang entah dengan<br />
alasan apa Cinta dilarang, ga taulah. Kini saya telah berada dilangit lagi terbang, dialam mimpi yang dimana bisa ngelakuin apa aja. Pas<br />
saya mau terjung ke Bumi tiba2 Hp saya berdering dan segera saya bangun dan angkat telpon, Ahh cuma mcall. Jam di Hp menunjukkan pukul<br />
6:47 tepatnya lewat 12 detik, kurang satu setengah jam lagi saya kebandara. Pertama2 saya meluruskan badan dan perlahan2 bangkit dari<br />
tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi guna membersihkan badan, tidak lupa gosok gigi.</p>
<p>Dimana saya sekarang? sekarang saya sudah dibandara dan lagi duduk2 diruang tunggu menunggu pesawat yang akan mengantar saya ke Tarakan.<br />
Badan saya masih lemas karena semalam, masih ngantuk. Saya sms Cinta dengan sms perpisahan, setelah saya liat pesan sudah terkirim saya<br />
menguap ingin tiduran sambil duduk dan secara bersamaan pesawat datang. tinggal nunggu penumpang turun yang baru datang setelah itu saya<br />
naik pesawat bersama dengan penumpang lain yang ingin ke Tarakan. Dalam pesawat ada Bapak2, ada ibu2, ada anak2 dan ada saya. Kini<br />
pesawat sudah terbang meninggalkan kota Balikpapan dan meninggalkan Cinta juga. Selamat tinggal Cinta..</p>
<p>Di perjalanan saya disuguhi roti dan segelas air mineral, lebih tepatnya Aqua gelas dan beberapa permen. Tapi.. Tapi saya tidak<br />
mengambil permen dan hanya mengambil roti dan Aqua gelas. Saya duduk dekat jendela, jadi saya bisa liat2 kebawah yang semuanya tampak<br />
begitu kecil dari atas, maksudnya didalam pesawat yang lagi terbang. Diluar pesawat saya liat awan yang tebal, putih seputih awan<br />
dilangit, dan kalo lagi hujan kira2 warna awannya apa coba? Saya tidak usah menjelaskan kalo warna awannya pasti hitam karena saya sudah<br />
kasih tau jawabannya. Dari alat pengeras suara bidadari itu, eh maksud saya pramugari itu mengumumkan sesuatu yang ga saya dengar,<br />
soalnya lagi tidur. Bapak disamping yang duduk disebelah saya membangunkan saya karena pesawat sebentar lagi akan landing, segera saya<br />
memasang seat belt yang ada didepan perut. Semenit kemudian pesawat sudah mendarat dengan selamat di Bandara Juwata yang berarti saya<br />
sudah sampe di Tarakan, yang berarti saya harus bangun pagi2 kekantor, yang berarti saya harus kerja dari senin-jumat, yang berarti saya<br />
harus mengabari Cinta kalo saya sudah dijalan naek mobil yang tadi dijemput ma teman kantor menuju tempat saya tidur, yang menuju tempat<br />
saya mandi+ganti pakaian, yang menuju tempat saya tinggal. Dimana saya sekarang, sekarang saya sudah dirumah lagi istirahat, mau tidur<br />
karena saya memang mau tidur dan ga ada yang memaksa saya tuk tidur.</p>
<p>Saya teringat Cinta, apakah Cinta juga mengingat saya? Saya pikirin Cinta, apakah Cinta juga mikirin saya? entahlah.. Karena penasaran<br />
dan butuh jawaban dengan segera akhirnya saya nelpon Cinta. Ga usah saya kasih tau apa yang saya omongin dengan Cinta di Telpon karena<br />
tadi di kalimat awal diparagraf ini sudah saya bilang. Setelah nelpon Cinta saya kembail tidur, tidur dan tidur lagi, kerja dan kerja<br />
lagi, dan begitu tiap hari. Pagi, siang, sore, malam, dini hari, subuh berulang tiap hari dan begitulah tiap hari.</p>
<p><strong>Nyuekin siapa.. Yang dicuekin siapa?!</strong></p>
<p>Hp saya terus berdering, mati dan berdering lagi. Bukannya mau menikmati nada dering Hp kepunyaan saya tapi saya malas mengangkatnya.<br />
Saya liat dilayar Hp ada tulisan Cinta^^ yang berarti dialah yang telah menyebabkan Hp saya berdering. Saat itu saya lagi maen Biliard,<br />
Bukannya mau nyuekin telpon dari Cinta tapi saya gak mau diganggu saat saya lagi fokus menyodok bola. Saya menyodok bola delapan dan<br />
masuk dilubang tengah, setelah itu bola sembilan yang nunggu untuk dimasukin kelubang. Apa yang terjadi, Hp saya kembali berdering saat<br />
saya menyodok bola sembilan, tapi bolanya ga masuk dan mala bola putih yang masuk kelubang. Ini gara2 Hp saya berdering, kembali saya<br />
liat dilayar Hp masih nama yang sama, saya perhatikan lagi dan namanya ga berubah, dialah Cinta yang kembali menelpon karena belum<br />
diangkat sama saya, dialah Cinta yang yang mengangetkan saya saat menyodok bola sembilan. Apakah saya harus angkat telpon dan seraya<br />
berkata &#8220;kenapa se nelpon terus, lagi serius main ini&#8221;, ato apakah saya harus mengangkat telpon dan berkata dengan sopan<br />
&#8220;Assalamu&#8217;alaikum.. Kenapa yank? aku lagi main Billiard ne, nelponnya ntar lagi ya!&#8221;. Tapi masih tetap saja saya ga angkat<br />
telpon, dan itu berarti saya nyuekin Cinta yang kesekian kalinya.</p>
<p>Pernah juga saat saya lagi ada rapat dikantor, lebih tepatnya rapat di Seksi saya sendiri yang artinya peserta rapat cuma yang satu<br />
seksi dengan saya yang layak mengikutinya. Hp saya berdering dan menari2 dikantong sebelah kiri saya karena getarnya saya aktifkan,<br />
segera saya ambil Hp yang dari tadi menari2 dan meliat dilayar Hp ada foto dan disamping foto ada tulisan Cinta^^. Hp masih menari2 dan<br />
segera saya silent dan ga angkat, itu artinya saya nyuekin Cinta lagi.</p>
<p>Masih teringat dengan hangat pada suatu malam yang dingin, diluar lagi hujan yang mengakibatkan atap sen yang berada tepat disamping<br />
rumah saya mengeluarkan suara yang entah dengan apa menjelaskannya suara tersebut. Suaranya nyaring ditelinga saya, ini karena hujan<br />
yang turun dari langit rame2 mendarat di atas sen rumah tetangga. Dikamar saya ngapain? Sambil dengerin lagunya naff yang romantis<br />
dengan syair2nya yang dinyanyikan oleh Adi naff, saya mulai menguap yang artinya sebentar lagi saya akan tidur, sebentar lagi saya akan<br />
bermimpi, mimpi yang saya sendiri tidak tau apa judulnya. Sekarang mata saya sudah melep, tadi sebelum tiduran dikasur tidak lupa saya<br />
matikan lampu dan memakai selimut tebal karena cuaca masih dingin dan dingginnya membuat saya dingin (ya iyalah). Keesokannya saya<br />
bangun dan langsung mengambil Hp diatas lemari plastik yang lagi di carge sejak tadi malam, kabel carge saya cabut dari Hp dan meliat<br />
dilayar Hp ada 17 kali panggilan tidak terjawab dan beberapa pesan sms. 9 diantaranya ada nama Cinta^^, trus ada dua pesan sms dengan<br />
nama Cinta^^ juga. Saya sampe kaget karena dari 17 kali panggilan tidak terjawab tersebut saya tidak dengar, kembali saya mengingat..<br />
Oh,, mungkin karena suara sen yang nyaring dari rumah tetangga akibat hujan semalam jadi saya gak dengar. Tapi itu bukan alasan pertama<br />
kenapa saya sampe gak dengar panggilan di Hp, ini karena sebelum saya tidur Hp saya silent kan biar gak menganggu. Dan lagi2 saya<br />
nyuekin Cinta, tapi kali ini bukan disengaja melainkan disengaja dalam artian tidak ingin diganggu saat saya lagi istirahat!</p>
<p>Ini yang paling parah, sewaktu saya ditugaskan keluar kota yang mengakibatkan kepala kantor harus menanda tangani surat tugas dan<br />
disuguhi stempel yang dimana dalam surat tugas itu ada nama saya dan satu lagi teman satu seksi saya, jadi ada dua nama. Tiket pesawat<br />
sudah disediakan oleh bendahara yang di Seksi umum, tiketnya ada dua, yang satu pergi dan tiket yang satunya lagi tentu saja pulang.<br />
Jadilah saya berangkat demi menunaikan tugas yang dipercayakan kepada saya dan teman saya yang satu lagi, siapa dia? ya teman seksi<br />
saya. Saya tugas keluar kota selama tiga hari, selama dua hari saya malas nelpon, malas sms, malas angkat telpon, dan malas balas sms<br />
karena saking sibuknya, HARAP MAKLUM! Sehari sebelum pulang ke Tarakan baru saya nelpon, baru saya sms, baru angkat telpon, dan baru<br />
juga saya balas sms yang banyak belum dijawab. Cinta nelpon entah sudah berapa kali, smsnya sudah banyak yang masuk. Saya baca sms satu<br />
persatu, sms terkakhir Cinta ga enak dibaca karena lagi marah, marah kerana saya nyuekin selama dua hari, marah karena saya gak ada<br />
kabar, dan marah karena marah sejadi2nya. Gimana reaksi saya? saya cuma tersenyum, senyum dan senyum lagi.</p>
<p>Apa hikmah atas semua ini, hikmahnya adalah saya juga dicuekin sama Cinta. Beruang kali saya telpon ga diangkat, saya sms ga dibalas.<br />
Saya telpon lagi masih ga diangkat &#8220;ada apa ini?&#8221; ternyata Cinta lagi tidur, jam di Hp menunjukkan pukul satu dini hari dan<br />
emang waktunya manusia yang tingal di Indonesia istirahat. Iseng aja se nelpon dia, tapi karena ga diangkat saya jadi marah dan langsung<br />
tidur nyenyak, hehe..</p>
<p>Jadi <strong>harap maklum!</strong> Jika suatu saat dilain waktu kenapa saya dengan begitu egoisnya nyuekin Cinta dan teman2 saya yang<br />
berada disekitar Tarakan ato luar Tarakan yang entah karena saya lagi sibuklah, lagi tidur, lagi mandi, lagi nyetir, lagi makan, ato<br />
emang lagi ga pengen diganggu. So.. MAAFIN KADE YAH!!</p>
<p>Ini ada puisi buat Cinta..</p>
<p><strong>Cinta.. Cintaku padamu.. dan Cinta.. Cintaku pada diriku sendiri..</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kade87.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kade87.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=87&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/09/15/perempuanku-itu-ini-yang-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suka, Sayang, n Cinta</title>
		<link>http://kade87.wordpress.com/2008/09/09/suka-sayang-n-cinta/</link>
		<comments>http://kade87.wordpress.com/2008/09/09/suka-sayang-n-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 01:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KaDe bLasTinG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kade87.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Kadang2 pertemuan pertama sudah cukup, tapi terkadang pertemuan itu pasti ada perpisahan. Memiliki barang yang sangat berharga tidak ingin lepas dari belenggu, harta, benda, nantinya akan hilang dan sedikit demi sedikit habis sekejab mata. Kita harus pertahankan apa yang kita miliki sekarang, kita harus berusaha semampu kita. Bertemu dengannya adalah hal yang tidak pernah aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=85&subd=kade87&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kadang2 pertemuan pertama sudah cukup, tapi terkadang pertemuan itu pasti ada perpisahan. Memiliki barang yang sangat berharga tidak ingin lepas dari belenggu, harta, benda, nantinya akan hilang dan sedikit demi sedikit habis sekejab mata. Kita harus pertahankan apa yang kita miliki sekarang, kita harus berusaha semampu kita. Bertemu dengannya adalah hal yang tidak pernah aku duga. Sengaja, ya gak lah, tadi kan uda dibilang ga pernah diduga ato bahasa kerennya ga disengaja, hehe.. Lama sejak aku meninggalkan kota kelahiran aku sifat dan rasa setia kawan tidak pernah aku tinggalkan bahkan teman2 yang berada didekat aku merasa beruntung punya teman seperti aku (halah). Namun keadaan telah berubah, apa yang dulu aku perbuat kini telah tinggal kenangan. Iya kenangan.! Tapi kenangan tersebut sudah aku tanam baik2 didalam hati aku dan suatu saat bila aku ingin mengingat kembali tinggal meminta ijin kepada hati aku untuk mengingatnya kembali. Beribu rasa telah aku simpan dihati, beribu luka telah aku simpan, namun cinta sejati belum aku simpan. Pertemuan yang sederhana sekaligus luar biasa teringat kembali, dalam benak aku&#8230; Huammm&#8230; kenapa..? ya gpp, hehe..</p>
<p>Suka, sayang, n cinta masing2 mempunyai makna yang berbeda. Sedikit aku pengen mengulas arti suka, sayang, n cinta.</p>
<p>*Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.<br />
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.<br />
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.</p>
<p>*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,&#8221;Bolehkah aku menciummu?&#8221;<br />
*Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya, &#8220;Bolehkah aku memelukmu?&#8221;<br />
*Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya.</p>
<p>*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata &#8220;Sudahlah, jangan menangis.&#8221;<br />
*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.<br />
*CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, &#8220;Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.&#8221;</p>
<p>*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, &#8220;Ia sangat cantik dan menawan.&#8221;<br />
*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.<br />
*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, &#8220;Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..&#8221;</p>
<p>*Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.<br />
*Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.<br />
*Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,&#8221;Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.&#8221;</p>
<p>*Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.<br />
*Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.<br />
*Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus.</p>
<p>*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.<br />
*SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.<br />
*CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.</p>
<p>*SUKA adalah hal yang menuntut.<br />
*SAYANG adalah hal memberi dan menerima.<br />
*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela .</p>
<p>Arti suka, sayang, n cinta diatas mungkin sudah jelas maksud dan tujuannya. Sebagaimana Arti cinta diatas salah satu mangatakan cinta itu adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan. Andaikata dunia hendak meraih cinta, ia tak akan mampu dan andaikata ia akan menolaknya, ia juga akan tak kuasa, karena cinta itu suatu anugerah, bukan suatu hasil usaha. Cinta berasal dari Tuhan (Al Hujwiri-Kasyf Al-Mahjub).</p>
<p>Jika seseorang hadir dalam hidup kamu dan menjadi sebahagian daripada kamu, tetapi atas sebab tertentu dia terpaksa pergi, jangan terlalu sedih, terimalah kenyataan itu dan sekurang-kurangnya dia pernah membahagiakan kamu. Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI. Cinta adalah sebuah janji, cinta adalah buah hati, sekali diberi tidak akan di lupakan , maka jangan biarkan ia hilang. Jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir dengan permintaan … namun ia hadir karena ketentuannya … jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir dengan kemewahan dan kebendaan … namun ia hadir kerana pengorbanan dan kesetiaan. Cinta tak pernah menjanjikan apa-apa. Ia dapat berjalan dengan indah sekali dan mungkin berakhir dengan perih sekali. Cinta tidak selamanya membawa kebahagian dan keindahan. Cinta juga dapat menjadi pemusnah dan bisa membawa pada kekecewaan yang panjang. Oleh itu berhati-hatilah dalam menyambut atau menerima uluran cinta. Cinta tidak seharusnya diucapkan dengan kata-kata manis sekiranya kita tidak dapat menghargai atau memahami akan maknanya. Apalah arti cinta jika kesetiaan yang ada bukanlah dari hati yang ikhlas dan suciCinta itu satu siksaan jika tiada kepastian. Jiwa yang sedang jatuh cinta pasti akan gelisah dalam menanti sebuah kepastian … gelisah memikirkan apakah cinta yang diberikan berbalas atau hanya bertepuk sebelah tangan. &#8220;Wahai jiwa yang sedang jatuh cinta &#8230; Apapun jua keputusan yang bakal diterima, tabahlah selalu karena tidak semua impian dan harapan akan menjadi milik kita.&#8221; Ingat disetiap waktu ada orang yang lebih menyayangi diri kita. Kita tak akan kehilangannya sekiranya kita terus menyayanginya dengan sepenuh hati. Cinta perempuan itu diibaratkan seperti layang-layang, bila dikejar ia lari, bila ditunggu ia menanti. Manakala cinta lelaki adalah seperti cermin, walaupun ia tidak berbohong, namun sukar untuk dipercayai. Sedangkan cinta itu sendiri adalah seperti sang sang bulan yang menerangi kegelapan malam yang gelita tetapi sampai hati membiarkan pungguk merinduinya. Andai kita mencinta, jangan cinta itu dipuja seperti bunga karena bunga akan layu bila akhir musimnya. Biarlah cinta itu seperti sungai yang mengalir karena ia akan mengalir untuk selamanya. Cinta yang dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mataHal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya dusta. Ada cinta yang agung antara hamba dan Tuhannya. Cinta kudus antara bunda dan anaknya. Ada cinta persaudaraan yang tiada bandingnya. Ada cinta sesama makhluk yang begitu mulia dan cinta dikatakan hampir tidak memilih usia. Cinta itu anugerah.</p>
<p>Tulisan diatas sudah jelas artinya, semoga dengan penjelasan diatas ga ada pertanyaan lagi, hueekk apa se.. Hehe..</p>
<p>Sebenarnya aku masih bingung, kenapa bingung? bingung karena jawabannya hanya aku yang tahu. Aku bingung karena benar2 bingung2, dan bingung dan bingung lagi. Apa yang akan terjadi nanti aku gak bakalan tau (ya iyalah). Karena aku gak bakalan bisa tau apa yang terjadi nanti makanya aku bingung. Kenapa aku gak bisa tau yang terjadi? kenapa? ada yang bisa jawab? pasti gak ada karena sekali lagi aku mau bilang jawabannya hanya aku yang tahu, ini rahasia aku. Jangan bilang ma siapa2 ya, hehe.. CU..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kade87.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kade87.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kade87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kade87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kade87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kade87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kade87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kade87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kade87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kade87.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kade87.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kade87.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kade87.wordpress.com&blog=3882377&post=85&subd=kade87&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kade87.wordpress.com/2008/09/09/suka-sayang-n-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84fbec9ddb15c2411d0ee4b47e197a39?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Kade</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>